Home » expression » Butuh waktu lebih dari 40 tahun buat menyadari arti seorang ibu?

Butuh waktu lebih dari 40 tahun buat menyadari arti seorang ibu?

by Natalia Damayanti on Tuesday, June 19, 2012 at 7:18am ·

ImageSuatu malam anakku mengajakku menginap di rumah eyangnya, yang adalah ibuku.  Aku bilang, ‘lain kali saja, kalau bukan malam minggu, soalnya kalau pagi di depan rumah eyang ada pasar kaget’, yang dari jam 5 subuh memang udah ngagetin orang sekampung, dengan berisik suara motor lalu lalang dan teriakan ayu tingting yang masih juga kesasar dengan alamat palsunya padahal sudah  berminggu-minggu dia nyasar di depan jendela rumah mamiku itu.  Aku bilang, ‘mama mau tidur sampai siang kalau hari minggu’.

Lalu apa anakku yang baru gede dan umurnya sepertiga umurku itu bilang?

“Mah, kalo eyang udah ga ada, ga ada artinya lagi semua berisik itu”

Aku tersentak dan diam…

Aku paham maksudnya, yang diutarakan dalam bahasa anak seumurnya.

Iya, apa artinya lagi semua keberisikan sesaat itu dibanding waktu yang bisa aku habiskan dengan ibuku di sisa masa hidupnya.

Sesaat air mataku langsung merebak (pun saat menulis ini hingga aku harus berhenti sejenak supaya orang disekitaranku di café airport ini tidak memandangku heran)

Seingatku sepanjang hidupku lebih banyak aku berselisih paham dengan ibuku dibanding dengan ayahku.  Sempat beranggapan papi lebih mengenal dan mengerti anak-anaknya yang perempuan dibanding mami, karena kami relatif jarang berselisih dengan papi.

Dalam hening seketika itu putaran memori tentang masa lalu yang menempatkan aku dan ibuku sebagai pelaku utama berputar cepat.  Banyak kami berbeda pendapat, tapi pada akhirnya aku menemukan benang merahnya, mamiku memang bukan malaikat, dia perempuan biasa yang punya karakter dan sifatnya sendiri.  Ia seorang ibu yang seperti aku alami pun sering mengalami kelelahan fisik dan mental dalam mengurus rumah tangga, yang keluarannya, kadang kami sebagai anaknya tak mau tau, belum paham dan belum cukup bijaksana untuk bisa menerima.

Dan bahwa apapun yang terjadi, dia tetap seorang ibu yang tak akan pernah sanggup membenci anaknya dan membuangnya.  Dia tetap seorang ibu yang selalu akan mampu memaafkan anak2nya, seberapa dalam pun hatinya terluka.  Dia tetap seorang ibu yang akan berdiri paling depan disaat anak2nya terancam oleh dunia luar, tak peduli anak2nya itu usianyapun hampir mendekati setengah abad.  Dia tetap seorang ibu.

Dan sekarang di usianya yang sudah lebih dari 70 tahun, di usiaku yang sudah lebih dari 40 tahun, di usia anakku yang baru 13 tahun, semua yang terurai kembali tersimpul.

Andai aku bisa menghapus semua rasa bersalahku pada mamiku dengan semua yang aku punya sekarang.  Tapi tetap tak bisa.  Semua kata2 pedasku mungkin sudah meninggalkan bekas2 luka di hatinya.  Seperti paku yang menancap di pohon pisang, aku bisa mencabut pakunya, tapi lubangnya tak pernah bisa aku tutup lagi. Dengan apapun. Sampai kapanpun.

Aku hanya berharap, dari 40 tahun lebih umurku, masih ada sisa waktu buat membahagiakan mami.  Dari 70 tahun lebih usianya, masih tersisa waktu buat menjagaku dengan doa2nya dan memaafkan semua kesalahanku padanya.

Ingatanku tak mampu menghitung berapa kejadian yang mungkin akan fatal akibatnya bagiku bila aku tak terjaga oleh doanya, entah berapa kali aku terjatuh dan mungkin tak akan sanggup berdiri lagi tanpa doanya, dan entah berapa kali aku ditolongNya karena Ia mendengar doanya.

Ketika aku berkesempatan memenuhi undangan Allah Swt. ke rumahNya, entah berapa banyak anak yang merindukan mampu melayani orangtuanya disana, entah berapa banyak air mata yang tumpah karena tak mendapat kesempatan itu, dan aku, masih diberiNya kesempatan buat mendampingi ibuku.  Mungkin kesempatan pertama dan terakhirku.

Aku berharap penyesalan ini punyaku sendiri.

Aku berharap setiap anak tak perlu waktu hingga 40 tahun buat memahami arti seorang ibu buatnya…

sumber: copas dari sahabatku


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,026 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: