Home » strategy » MONOPOLI CARREFOUR

MONOPOLI CARREFOUR

Rabu, 13 Mei 2009 | 08:43

JAKARTA. Jika tak ada aral melintang, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memutuskan berlanjut tidaknya pemeriksaan dugaan kasus monopoli raksasa ritel asal Prancis Carrefour di pasar ritel Indonesia, Rabu ini (13/5).

Kemarin (12/5), KPPU memanggil Carrefour sekaligus merampungkan pemeriksaan awal di 30 hari pertama. Hasil akhir pemeriksaan awal KPPU memang belum jelas benar. Namun, dari pernyataan anggota KPPU, agaknya komisi pengawas persaingan usaha itu bakal merekomendasikan agar pemeriksaan Carrefour berlanjut ke tahap pemeriksaan lanjutan selama 30 hari ke depan. Keputusan apakah Carrefour melakukan monopoli atau tidak, menunggu pemeriksaan kedua, sebulan ke depan.

KPPU memeriksa Carrefour lantaran diduga melakukan monopoli usaha pasca mengakuisisi 75% saham PT Alfa Retailindo Tbk (ALFA) dari Sigmantara dan Prime Horizon, senilai Rp 674 miliar.

Ketua tim pemeriksa kasus dugaan monopoli Carrefour Dedie S. Martadisastra mengatakan, dari pemeriksaan maraton selama 30 hari, termasuk memeriksa pemasok dan Departemen Perdagangan, indikasi dugaan persaingan tidak sehat oleh Carrefour semakin menguat. Peningkatan daya tawar Carrefour paska akuisisi Alfa, kata Dedie, merugikan pihak lain, dalam hal ini pemasok.

Menurut Dedie, klarifikasi dengan pihak-pihak tersebut memberi tambahan informasi yang memperkuat rekomendasi KPPU bahwa Carrefour melakukan monopoli. Monopoli pasar hulu antara pemasok dan Carrefour, ujar Dedie, meningkat sejak terjadinya akuisisi Alfa oleh perusahaan asal Prancis itu. “Karakteristik Carrefour dan Alfa berbeda, dengan take over, persyaratan dagang (trading term) di hulu jadi sama,” katanya.

Carrefour tetap menolak

Ketua KPPU Benny Pasaribu menambahkan, hari ini tim pemeriksa kasus Carrefour akan melaporkan hasil pemeriksaan pendahuluan itu ke sidang komisi KPPU.

Selanjutnya, KPPU akan melakukan sidang paripurna untuk menentukan apakah kasus tersebut berlanjut atau berhenti. “Kalau diterima, terlapor (Carrefour) harus mengikuti perilaku yang sudah disepakati,” tegas Benni. Artinya, Carrefour harus mengikuti aturan yang akan disepakati nanti.
Direktur Urusan KorporatCarrefour Irawan Kadarwan kembali menolak dugaan monopoli tersebut. Menurutnya, Carrefour tidak mendominasi industri ritel di Indonesia.

Menurut Irawan, KPPU salah menilai Carrefour melakukan monopoli industri ritel. “Pasar modern itu terdiri dari hipermarket, minimarket, supermarket, bukan hanya hiper market saja,” ujarnya.

Menurut Irawan, jumlah orang yang mengunjungi hiper market lebih sedikit dibanding kan dengan pengunjung supermarket. “Market share kami hanya 17% dari pangsa pasar kami di ritel modern. Setelah akuisisi hanya menambah 2%,” ujarnya.

Epung Saepudin KONTAN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,026 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: