Home » life style » Ijazah Palsu – Jual Beli Gelar

Ijazah Palsu – Jual Beli Gelar

Jual Beli Gelar Kian Halus Saja

Kamis, 30-04-2009 | 02:06 WIB

Kita sudah sering mendengar perihal jual beli ijazah (gelar) dengan cara instan. Tapi, sekarang adanya aturan/prosedur pelaporan data semester tidak memungkinkan lagi bagi sebuah perguruan tinggi yang sah untuk menjual ijazah secara instan.

Karena itu, kini banyak perguruan tinggi yang pada mulanya tidak laku (kekurangan mahasiswa), mulai menjual ijazah dengan cara sangat halus, yaitu:

  1. Menjanjikan calon mahasiswa bahwa kuliah di perguruan tinggi tersebut sangat mudah untuk lulus dengan IPK yang tinggi (obral nilai dan gelar);
  2. Agar jual beli ijazah tidak ketahuan Kopertis dan Dikti, tidak dilakukan secara instan tapi tepat waktu sesuai dengan peraturan Dikti.

Salah satu ciri perguruan tinggi tersebut biasanya banyak menerima mahasiswa pindahan dari perguruan tinggi lain, terutama yang satu kota (aneh pindah perguruan tinggi dalam satu kota). Data mahasiswa dapat dilihat di http://evaluasi.or.id.

Para mahasiswa yang tidak lulus disebuah perguruan tinggi, melalui dosen yang mengajar dibeberapa perguruan tinggi, menawarkan kepada para mahasiswa tersebut untuk pindah ke perguruan tinggi yang sangat mudah meluluskan para mahasiswanya.

Dosen tersebut biasanya mendapat komisi sekitar Rp 100.000–Rp 300.000 untuk perpindahan tiap mahasiswa. Sering terjadi, banyak mahasiswa yang tidak aktif kuliah, tapi lengkap mengisi kehadiran absensi kuliah, pasti akan tetap lulus ujian akhir semester asalkan mengikuti ujian. Nilai yang diberikan pun bagus. Nilai-nilai ini dikirim sebagai laporan semester kepada Kopertis. Tugas akhir atau skripsi pun hanyalah formalitas belaka. Asal “bikin” tugas akhir atau skripsi, pasti lulus.

Intinya perguruan tinggi tersebut obral nilai dan ijazah (obral gelar). Tentu saja, hal tersebut diatas menghambat perguruan tinggi yang benar-benar serius ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Perguruan tinggi seperti ini sebaiknya dicabut saja izinnya.

Erhans

Jl. Ariodinoto No. 14 – Cirebon, Jawa Barat


2 Comments

  1. icha says:

    cara nya gmna n tempat nya dmna sich??

  2. Mungkin kita tidak perlu mencari cara / tempatnya. Yang ditakutkan, kita akan tergerak untuk ikut melakukan atau paling tidak membantu rekan2 / sdr kita untuk melakukan perbuatan tersebut.
    Lebih baik kita jalanin aja prosesnya biar kita bisa mendapatkan ilmu sekaligus ijasahnya.
    Setuju ?!
    Ok, pasti setuju dengan pendapat saya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,160 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: