Home » financial » PE Ratio

PE Ratio

Kontan Online: Kamis, 26 Juni 2008 | 16:31

Ibarat pisau bedah, rasio harga terhadap laba bersih per saham atau price/earning ratio (PE) sangat sering dipakai oleh analis saham dalam menganalisa mahal-murahnya suatu saham. Tapi, hati-hati, PE sendiri ada berbagai jenis. Ada yang berdasarkan data historis, ada yang menggunakan data proyeksi.

Beberapa waktu lalu, kita telah menyinggung soal rasio harga terhadap laba bersih per saham atau price/earning ratio(PE). Tapi, alangkah baiknya jika kita membahasnya secara lebih mendalam. Sebab, rasio PE merupakan rasio yang paling tua dan paling sering dipakai oleh investor untuk menimbang suatu saham.

Meskipun merupakan indikator yang nampaknya sederhana, PE terkadang tak gampang dipahami. Rasio ini bisa sangat informatif dan berguna, tapi di lain waktu, bisa pula ia hampir tak ada gunanya. Akibatnya, investor sering salah menggunakan PE.

Sesuai namanya, PE adalah rasio harga saham suatu perusahaan terhadap laba bersih per sahamnya. Untuk menghitungnya, kita tinggal membagi harga per saham dengan laba bersih per saham. Adapun laba bersih per saham atau earning per share (EPS) sendiri diperoleh dari membagi laba bersih dengan rata-rata jumlah saham beredarnya.

Harga saham yang dipakai untuk menghitung PE adalah harga saham pada saat ini. Sementara, laba bersih per saham atau EPS-nya, umumnya, menggunakan EPS perusahaan dalam periode sebelumnya, misalnya satu tahun terakhir. Hasil perhitungan seperti ini sering disebut sebagai trailing PE atau gampangnya kita sebut saja PE historis. Nah, sebagian besar PE yang dipublikasikan adalah PE jenis ini.
Namun, kadang kala EPS yang digunakan adalah EPS estimasi untuk periode satu tahun yang akan datang. PE yang menggunakan hitungan seperti ini sering disebut dengan PE proyeksi atau projected PE.

Tidak ada perbedaan sangat besar dari variasi PE itu. Tapi, harus Anda paham bahwa PE yang pertama menggunakan data historis. Sementara, PE proyeksi menggunakan ramalan analis – yang belum tentu tepat — sebagai dasar.?

Jangan terkecoh dengan pecahan harga saham yang tinggi. Saham dengan harga Rp 2.000 per saham belum tentu lebih mahal jika dibandingkan saham berbanderol Rp 1.000 per saham. Untuk bisa menentukan saham mana yang lebih mahal atau lebih murah, investor bisa menggunakan rasio harga terhadap laba per saham atau PE saham tersebut sebagai salah satu alat ukurnya.

Secara teori, PE memberikan gambaran kepada kita seberapa besar investor bersedia untuk membayar setiap rupiah laba bersih yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Jadi, jika rasio PE PT Murah sebesar 20 kali, artinya investor bersedia membayar dengan harga Rp 20 untuk setiap Rp 1 laba bersih yang dihasilkan oleh PT Murah.

Cuma penjelasan seperti ini sebenarnya sangat sederhana karena tidak bisa menangkap prospek pertumbuhan PT Murah tersebut.

Meskipun laba per saham atau earning per share (EPS) yang digunakan untuk menghitung PE umumnya berasal dari EPS dalam 12 bulan terakhir, PE sebenarnya lebih dari sekadar alat untuk mengukur kinerja perusahaan di masa lalu. PE sebenarnya juga menggambarkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan kinerja perusahaan di masa mendatang.

Ingat, harga saham mencerminkan ekspektasi investor atas nilai suatu perusahaan di masa mendatang. Jadi, sebenarnya PE juga bisa mencerminkan seberapa besar optimisme pasar atas prospek pertumbuhan suatu perusahaan.
Jika PE suatu perusahaan lebih tinggi dibandingkan PE perusahaan-perusahaan lain yang ada di industrinya, artinya investor mengharapkan sesuatu yang besar – yang positif tentunya- akan terjadi dalam perusahaan itu dalam beberapa bulan atau beberapa tahun lagi.

Rasio PE juga bisa menjadi indikator mahal-murahnya suatu saham. Secara sederhana, saham seharga Rp 100 dengan PE 20 kali lebih mahal dibandingkan saham berharga Rp 200 yang memiliki PE 10 kali.
Tapi, analisis seperti ini memiliki kelemahan karena kita tidak bisa membandingkan saham perusahaan hanya berdasarkan PE-nya.?

Investor tidak bisa sembarangan membandingkan PE saham perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Ia harus melihat dahulu, apakah perusahaan itu memang berada dalam industri yang sama atau sejenis. Sebab, jika industrinya berbeda, membandingkan PE saham tak akan banyak berguna.

Memang, secara sederhana, investor bisa menilai mahal-murahnya suatu saham dengan membandingkan rasio harga terhadap laba bersih per saham atau PE-nya. Namun, analisis seperti ini memiliki kelemahan. Sebab, sebenarnya kita tidak bisa membandingkan harga saham perusahaan semata-mata berdasarkan besar-kecil PE-nya.
Agar analisisnya lebih komprehensif, ada beberapa faktor tambahan yang harus diperhatikan oleh investor. Yang pertama, adalah tingkat pertumbuhan perusahaan yang umumnya diukur dengan tingkat pertumbuhan penjualan atau pendapatannya. Investor harus mencermati seberapa cepat suatu perusahaan mampu tumbuh di masa lalu dan mengukur apakah tingkat pertumbuhan itu masih akan berlanjut atau meningkat di masa mendatang.

Kita patut hati-hati jika suatu perusahaan memiliki pertumbuhan yang rendah di masa lalu, misalnya hanya 5%, tapi PE-nya sangat tinggi. Jika kita sudah memperhitungkan ekspektasi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang dan tetap menilai bahwa PE perusahaan itu terlalu tinggi, kemungkinan besar saham perusahaan itu memang sudah kemahalan.

Yang kedua, kita juga harus melihat industrinya. Membandingkan PE saham beberapa perusahaan hanya akan bermanfaat jika perusahaan-perusahaan itu itu memang berada dalam industri yang sama. Misalnya, kita harus membandingkan PE saham perusahaan telekomunikasi dengan PE saham perusahaan telekomunikasi lainnya. Sebab, masing-masing industri memiliki tingkat pertumbuhan dan ciri-ciri yang berbeda-beda, sehingga PE-nya juga berbeda.?


8 Comments

  1. farel says:

    Boss, Nanya Nih….
    Ada nggak skalanya PER rendah sampai tinggi..
    Misalnya PT. XX mempunyai PER 10 Kali itu di katakan rendah atau tinggi..

    Thanks

    Orang Awam
    Farel

    • c'Gallery says:

      Secara jelas saya belum menemukan parameter skalanya (dari rendah s/d tinggi). Nanti coba saya carikan infonya dari rekan2 yg lain, barangkali ada yg pernah baca / punya referensi untuk itu.
      Thx pak Farel.

  2. edo says:

    klo P/E (ttm) nya 500.00 artinya apa gan… maaf nanya awam banget nih,, trims

    • c'Gallery says:

      jika rasio PE PT X sebesar 500 kali, artinya investor bersedia membayar dengan harga Rp 500 untuk setiap Rp 1 laba bersih yang dihasilkan oleh PT X.

  3. marlina says:

    mau tny ada enggak faktor2 ato penyebab per perusahaan asing dan domestik sama?? selain itu dilihat dari rasio yg lain seperti eps,pbv,dividen yield dan payout ratio faktor2 apa saja yang bsa mengakibatkan persamaan kinerja antara perusahaan manufaktur asing dan domestik di bei??

    • c'Gallery says:

      bu Marlina
      Kalau dari rumusannya sih sama. Kita kan sebagaian besar mengadopsi dari rumusan barat (amrik sbg contoh).
      Menurut saya untuk faktor2 lain kecenderungannya juga sama.

      Sedangkan faktor penyebab yg membedakan hanya dalam tataran operasional, ada kecenderungan masalah kebijakan nasional yg memberikan tax treaty, fasilitas investasi atau kebijakan2 lain yg mendorong lebih kompetitifnya suatu perusahaan manufaktur untuk berinvestasi ke suatu negara.

      Demikian halnya dengan masalah / issue nasional di suatu negara, bisa mempengarahi kinerja perusahaan manufaktur tersebut.

      Regards

  4. I’ve been surfing online more than three hours today, yet I never found any interesting article like yours. It is pretty worth enough for me. In my view, if all site owners and bloggers made good content as you did, the web will be a lot more useful than ever before.|
    I couldn’t refrain from commenting. Exceptionally well written!
    |
    Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,138 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: