Home » economic » Mengenal The Fed

Mengenal The Fed

Kontan Online: Kamis, 26 Juni 2008 | 17:25

Karena memiliki kekuatan terbesar di dunia, ekonomi Amerika Serikat (AS) sangat menentukan arah pergerakan ekonomi dan pasar modal dunia. Karena itu, investor sebaiknya juga mengenal seluk-beluk dan cara kerja The Fed atau Bank Sentral AS. Maklum, saat ini, kebijakan The Fed-lah yang menyetir kebijakan moneter di AS. Kebijakannya juga sangat menentukan arah pasar modal di seluruh dunia.

THE Federal Reserves atau The Fed dibentuk oleh Kongres AS pada tahun 1913. Lembaga ini sangat independen. Artinya, kebijakannya tidak perlu memperoleh persetujuan dari Presiden AS. Tapi, secara berkala, Kongres akan mengevaluasi kinerja The Fed.

The Fed ini dijalankan oleh Dewan Gubernur (Board of Governors) yang bermarkas di New York. Dewan ini berisi tujuh anggota dengan masa jabatan 14 tahun. Semua anggota dewan ini harus disetujui oleh Senat.

Selain itu, ada Ketua dan Wakil Ketua Dewan Gubernur The Fed yang ditunjuk oleh presiden untuk masa jabatan empat tahun. Alan Greenspan — bos The Fed yang paling terkenal — menduduki posisi ketua dewan gubernur sejak tahun 1987. Pada 1 Februari 2006 lalu, Ben Bernanke naik menggantikan Greenspan sebagai Ketua The Fed.

Oh, ya, The Fed memiliki 12 cabang Federal Reserves Bank yang terletak di kota-kota besar.
The Fed juga memiliki tim yang disebut Federal Open Market Committee atau FOMC. Ini merupakan tim paling berkuasa yang menentukan seluruh kebijakan The Fed.

Biasanya, Ketua Dewan Gubernur The Fed juga menjadi kepala FOMC. Adapun anggota FOMC terdiri dari tujuh anggota Dewan Gubernur, Kepala Federal Reserve Bank New York, dan kepala dari empat Reserve Bank lain yang menjabat secara bergiliran. Semua pejabat-pejabat ini memiliki satu hak suara dalam voting FOMC.

FOMC selalu membuat kebijakan penting menyangkut suku bunga dan kebijakan moneter AS. Karenanya, investor di seluruh dunia selalu memperhatikan jadwal rapat FOMC ini. Media pun berlomba-lomba memberitakannya.

Layaknya bank sentral di negara-negara lain, The Federal Reserves (The Fed) mempunyai beberapa tugas pokok. Di antaranya adalah menjadi bank bagi bank-bank di seluruh Amerika Serikat (AS), menjadi bank untuk pemerintah AS, dan menjadi regulator institusi keuangan. Selain itu, The Fed juga memiliki wewenang untuk mengelola kondisi moneter AS. Bedanya, dibandingkan dengan bank-bank sentral lain, kebijakan-kebijakan The Fed itu bisa mempengaruhi pasar keuangan di seluruh dunia, termasuk juga sampai ke Indonesia.

YANG paling banyak memperoleh sorotan adalah kebijakan moneter The Fed. Ini mencakup semua kebijakan untuk mempengaruhi jumlah uang dan kredit yang beredar di dalam ekonomi AS. Selanjutnya, perubahan jumlah uang beredar dan kredit itu akan mempengaruhi tingkat suku bunga dan kinerja ekonomi AS.

The Fed memiliki tiga alat utama untuk menjalankan kebijakan moneternya. Yang pertama adalah melalui operasi pasar terbuka. Seperti Bank Indonesia (BI) di Indonesia, The Fed sering membeli maupun menjual surat utang negara di pasar finansial. Dengan cara ini, The Fed ingin mengendalikan jumlah dana di sistem perbankan.

Yang kedua, The Fed juga melakukan kebijakan moneter melalui penentuan bunga diskonto atau discount rate. Ini adalah bunga yang dikenakan kepada bank-bank yang meminjam dana jangka pendek dari The Fed. Discount rate ini sangat penting karena memberikan petunjuk tentang arah kebijakan moneter The Fed.

Contoh terbaru, akhir pekan lalu, The Fed memangkas discount rate dari 6,25% menjadi 5,75%. Tujuannya, The Fed ingin menyediakan likuiditas atau dana berbunga murah kepada bank-bank yang memang sedang butuh dana jangka pendek setelah terjadi krisis kredit perumahan berisiko tinggi (subprime di AS). Dampak kebijakan The Fed ini sungguh luar biasa. Bursa saham dunia yang semaput dalam dua pekan terakhir langsung siuman.

The Fed juga bisa mengontrol uang yang beredar di perbankan dengan menentukan giro wajib minimum atau reserver requirements. Ini adalah dana minimal yang harus disimpan perbankan.

Terakhir, yang paling banyak mendapat sorotan investor dunia, The Fed juga mempunyai alat berupa The Federal Fund Rate untuk mengontrol kondisi moneter AS. Sejatinya, The Fed Fund Rate Ini adalah bunga yang berlaku antar-bank ketika mereka saling meminjam dana. Nah, FOMC akan menentukan target The Fed Fund Rate ini dari waktu ke waktu. Jadi, sekali lagi, The Fed hanya menentukan target saja, bukan bunga yang sebenarnya. Sebab, bunga antar-bank yang sebenarnya ditentukan oleh mekanisme pasar antar-bank.

Nah, jika orang mengatakan The Fed menaikkan atau menurunkan suku bunga, sebenarnya yang mereka bicarakan adalah target The Fed Fund Rate ini. Tapi, meskipun hanya target, The Fed Rund Rate ini ujungnya akan sangat mempengaruhi tingkat bunga perbankan lain, seperti bunga kredit dan bunga simpanan.

Pada tanggal 18 September mendatang, The Federal Open Market Committee (FOMC) akan menggelar pertemuan rutin. Pertemuan seperti ini selalu ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar keuangan di seluruh dunia. Maklum, di dalam rapat itu, FOMC biasanya akan menentukan kebijakan suku bunga di Amerika serikat. Nah, peningkatan atau penurunan suku bunga di AS ini akan sangat menentukan arah pasar modal dunia.

Pertemuan FOMC biasanya berlangsung delapan kali dalam satu tahun. Dalam pertemuan ini, FOMC akan membuat keputusan apakah perlu mengubah kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS).

Sebelum pertemuan itu, setiap anggota FOMC memperoleh “Green Book” yang berisi prediksi ekonomi AS yang dibuat oleh para staf dewan gubernur The Fed. Mereka juga menerima “Blue Book” yang berisi analisis kebijakan moneter dan “Beige Book” tentang kondisi ekonomi regional.

Dalam pertemuan itu, FOMC juga memutuskan apakah akan menaikkan, menurunkan, atau tak mengubah target Fed funds rate. FOMC juga memutuskan tingkat bunga diskonto (discount rate). Sekadar mengingatkan, Fed funds rate adalah bunga pinjam-meminjam dana atarbank. Adapun discount rate adalah bunga pinjaman dana dari The Fed untuk bank-bank.

Khusus soal Fed funds rate, The Fed hanya menentukan targetnya karena Fed funds rate yang berlaku di pasar sebenarnya sangat bergantung pada mekanisme pasar. The Fed akan berupaya keras untuk mempengaruhi bunga itu, tapi ada banyak faktor lain yang ikut menentukannya.

Misalnya, pada saat masa liburan akhir tahun, masyarakat membutuhkan dana yang lebih banyak untuk konsumsi. Pada saat itu, bank harus mengeluarkan banyak dana dan pada akhirnya harus meminjam dana jangka pendek (overnight) dari bank lain. Ini akan membuat bunga Fed funds rate meningkat.

Jadi, jangan bingung jika media memberitakan The Fed meningkatkan bunga. Sebenarnya, yang mereka maksud adalah target bunga Fed funds rate itu. Bagaimana target ini bisa mempengaruhi bunga Perbankan??
The Federal Reserve (The Fed) bisa membuat keputusan menaikkan, menurunkan, atau tak mengubah target The Fed funds rate. Jika ia menurunkan target bunga itu, biasanya sentimen positif akan merasuki para saham global.

Soalnya, bunga yang rendah membuat investor lebih suka masuk ke pasar saham. Sebaliknya, jika The Fed menaikkan target bunga, pasar saham akan dirasuki sentimen negatif.

Sejatinya,�kebijakan moneter The Fed selalu bertujuan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan harga-harga yang stabil. Karenanya, keputusan atas target Fed funds rate yang dibuat Federal Open Market Committee (FOMC) akan selalu mengacu pada tujuan-tujuan itu.

Jika FOMC ingin mendongkrak ekonomi, ia akan menurunkan target Fed funds rate. Sebaliknya, jika ingin mengerem laju ekonomi, FOMC akan menaikkan targetnya.

Kadangkala, FOMC tidak mengubah target Fed funds rate tapi memperingatkan bahwa mungkin akan ada perubahan kebijakan di masa yang akan datang. Peringatan ini disebut “bias”.

Agar target Fed funds rate itu benar-benar mempengaruhi bunga di pasar, selain mengubah target, FOMC juga aktif melakukan jual-beli surat berharga. Saat menaikkan target Feds fund rate, ia menjual surat berharga ke pasar. Dengan cara itu, ia menarik dana dari pasar sehingga jumlah dana yang tersedia untuk perbankan berkurang dan bank-bank akan saling meminjam dana jangka pendek (overnight) dengan bunga yang lebih tinggi.Sebaliknya, ketika menurunkan target Fed funds rate, FOMC akan membeli surat berharga. Sebab, dengan membeli surat berharga itu ia menggelontorkan uang ke sistem perbankan.

Akibatnya, bunga pinjaman dana antarbank akan turun karena dana di pasar melimpah. Jika kondisi ini bertahan, akibatnya bunga kredit yang disalurkan perbankan juga makin turun. Jadi, konsumen bisa mengkredit rumah atau mobil dengan bunga lebih murah. Nah, konsumsi yang lebih tinggi ini akan membuat ekonomi berputar lebih cepat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,026 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: