Home » economic » Ekonomi RI Tahun 2009 Diprediksi Semakin Muram

Ekonomi RI Tahun 2009 Diprediksi Semakin Muram

JAKARTA. (Kontan: Kamis, 11 Desember 2008 | 8:31) – Ekonomi Indonesia bakal memasuki episode suram di tahun depan. Berbagai lembaga memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan akan lebih kecil dari perhitungan semula. Yang menjadi penyebab potret suram ekonomi Indonesia di tahun 2009 adalah resesi global.

Dalam skenario Bank Indonesia (BI), jika ekonomi dunia tak kunjung membaik, pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal merosot hingga 4,5%. “Kami memang masih berharap ekonomi 2009 tumbuh 5%. Namun kemungkinan pertumbuhan ekonomi di bawah 5% juga ada,” ujar Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono, kemarin (10/12).

Kunci pemulihan ekonomi dunia memang ada di tangan Amerika Serikat (AS). Bila penyelamatan ekonomi negeri Paman Sam itu membuahkan hasil, ada harapan ekonomi dunia akan kembali menggeliat. Ujungnya juga akan mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia juga. “Kalau itu terjadi, ada harapan ekonomi kita tumbuh hingga 5,5%,” kata Hartadi.

Menurut Hartadi, angin segar dari AS saat ini sudah mulai berhembus. Rencana bail-out terhadap perusahaan kelas kakap di AS mulai menimbulkan sentimen positif bagi penguatan ekonomi di berbagai negara.

Sementara tekanan dari domestik kemungkinan makin berkurang. Prediksi BI, laju inflasi tetap jinak di tahun 2009. BI menduga inflasi tahun depan berkisar 6,5% hingga 7,5%.

Hasil perhitungan BI masih lebih baik dari kalkulasi Bank Dunia. Dalam hitungan Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan setinggi-tingginya cuma 4,4%. Bank Dunia meramalkan, ekonomi Indonesia baru pulih di 2010 dengan laju pertumbuhan kembali ke 6%.

Dalam laporan yang baru terbit kemarin, Bank Dunia menyatakan ekonomi Indonesia lesu terpengaruh resesi dunia yang berkepanjangan.

Bank Dunia memprediksi resesi ekonomi dunia kali ini lebih buruk ketimbang resesi ekonomi pada 1982.

Turunkan bunga

Menurut Bank Dunia, sektor ekspor dan investasi yang paling terkena imbas akibat kekacauan ekonomi global ini. Investasi langsung di Indonesia pada 2009 kemungkinan akan tumbuh 0%, sedangkan volume ekspor hanya tumbuh 1%-2%.

Managing Director Mandiri Sekuritas Mirza Adityaswara menambahi pelambatan ekonomi tahun depan tak terhindarkan. Mirza menilai, pemangkasan bunga acuan merupakan resep jitu untuk memicu kembali mesin ekonomi.

Menurutnya, dengan perkiraan laju inflasi sebesar 7%, bank sentral bisa menurunkan BI rate sampai 8,5% pada tahun depan.

Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk. David Sumual yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan masih lebih tinggi dari 5%. Alasannya, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat. Lagi pula, “Ekonomi dunia kemungkinan sudah akan pulih tahun depan, karena pemerintah AS bergerak cepat menyelamatkan ekonominya,” ulasnya.

Uji Agung Santosa, Sanny Cicilia KONTAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,138 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: