Home » life style » Saya bermimpi jadi orang kaya #3

Saya bermimpi jadi orang kaya #3

Mimpi menjadi orang kaya kadang menginspirasi kita untuk menuangkan dan menyusun strategi usaha. Tetapi hal ini kadang harus diberikan koridor perilaku yang ethics dalam menjalankannya.

Inspirasi cerita ini diambil dari kejadian yang ada di sekitar saya. Agar supaya lebih menarik, perlu ditambah dengan bumbu (seperti bumbu masakan) biar terasa lebih sedap.

Sebagai analog: Coba saja kita masak indomie tanpa disertakan bumbu. Apa yang terjadi, hambar dan tak karuan rasanya. Dengan ditambah bumbu, sedikit telor, ada ayamnya dan beberapa pernik-pernik lainnya, bahwa indomie ini memang terasa lebih enak dibandingkan dengan yang ada di iklannya. Begitulah kira-kira mimpi saya untuk menjadi orang kaya.

Berawal dari posisi yang dipercayakan kepada saya sebagai kepala proyek / unit kerja, saya punya kuasa untuk mengatur semua kegiatan. Kenapa hal ini terjadi, karena bagian pengawasan saya saat ini kurang care terhadap proyek yang saya pegang, sehingga dengan leluasa saya bisa mengatur alokasi sumber daya keuangan dan kegiatan proyek sesuai kemauan saya.

Perlahan tapi pasti, saya bergerak sesuai kemauan saya, bukan sesuai sasaran / tujuan proyek yang diamanatkan. Pikiran kecil ini tertawa, saya pegang proyek kenapa tidak bisa memanfaatkan sumber daya yang ada? Dari pemikiran yang sederhana ini timbul niatan dan ide untuk mengembangkan sayap bisnis yang selama ini pernah saya rintis.

Sumber daya dan sumber dana yang ada bukannya makin berkembang, tetapi yang terjadi sebaliknya, perlahan tapi pasti dana-dana saya alokasikan juga untuk proyek-proyek pribadi. Sebagian untuk dialokasikan ke properti dan sebagian lagi untuk bisnis penunjang lainnya.

Singkat cerita, saya sekarang sudah punya hampir segala yang selama ini saya cita-citakan. Kadang jalan tidak selalu mulus, tupai saja kadang juga bisa jatuh saat melompat. Kehati-hatian ini tidaklah berjalan mulus. Kerikil ada saja yang menghadang. Pada saat yang seharusnya saya bisa mendapatkan apa yang saya tanam, sikon (situasi dan kondisi) belumlah berpihak kepada saya.

Dan akhirnya… Saya jatuh…

Dengan segala skenario saya coba yakinkan kepada seluruh pimpinan business partner, rekan-rekan bisnis, kolega, anak buah dan “siapalah namanya”, bahwa proyek kita mengalami kerugian. Tetapi, karena semua saat ini belum berpihak kepada saya, seakan saya dihempaskan. Mereka semua lupa bahwa pada saat saya mengerjakan proyek saya juga memberikan uang pelicin dan tanda terima kasih agar nantinya mereka semua memberikan bantuan dan membukakan jalan pada saat saya dihimpit oleh berbagai masalah. (ternyata hanya Tuhan yang setia membantu saya, bukan mereka).

Berbagai skenario tadi memojokkan saya, dan memang, mau tidak mau saya harus bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan. Option yang ditawarkan kepada saya ada beberapa, apakah ingin diperkarakan, mengganti atas semua yang telah saya hilangkan, atau mengganti dalam batasan yang disepakati (dalam jumlah tertentu). Atau masih banyak lagi alternatif yang ditawarkan.

Option terakhir yang disepakati akhirnya adalah mengganti dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pula.

Dalam pelaksanaan penggantian tersebut, saya harus mengganti setiap bulannya senilai Rp X,-. Oke tidak masalah, saya harus mengangsur dalam jumlah tersebut selama Y bulan. Dan pada akhirnya, saya bisa melunasi semuanya… dan semuanya beres.

Catatan yang perlu saya garis bawahi disini adalah:

  • cara yang saya lakukan adalah unethical
  • nama baik saya pasti tercoreng
  • salah-salah saya bisa masuk bui (penjara)
  • kesalahan dalam mengatur sumber daya dan sumber dana, bisa lebih menjerumuskan saya

Ada sumber dana yang masih teralokasi untuk properti, itu mungkin yang bisa menolong saya. Bagaimana bisa?

Sebut saja dana yang pernah saya alokasikan ke properti dalam jangka waktu Z tahun, saya jual kembali untuk melunasi kewajiban yang menjadi beban saya. Jumlah tersebut menurut perhitungan saya masih cukup. Kenapa bisa demikian?

Karena properti yang saya beli tersebut, saya jual dengan harga yang nilainya memberikan keuntungan hampir lebih dari 20%. Mungkin bisa menembus angka 25% atau 30%. Dengan demikian, masih ada dana yang tersisa untuk dinikmati… :))

artikel yang related:

Eof.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,138 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: