Home » human capital » HRD; Peluang dan Tantangan

HRD; Peluang dan Tantangan

Manajemen Personalia adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemisahan personil untuk mencapai tujuan-tujuan individu, organisasi dan masyarakat” (Edwin B. Flippo dalam Personnel Management).

Dalam perkembangannya manajemen personalia, awalnya lebih menangani hal-hal yang bersifat administratif kemudian berubah menuju ke arah aspek-aspek yang lebih strategis karena adanya suatu kesadaran baru bahwa ternyata SDM itu memiliki peran sentral dan strategis dalam pencapaian visi dan misi perusahaan. Persamaan dan Perbedaan HRD/SDM dan Personalia

Istilah-istilah itu sering tumpang tindih. Jadi terdapat empat peran penting yang seyogyanya dapat dijalankan secara bersamaan (simultan) oleh seorang pengelola SDM, yaitu:

  1. Sebagai mitra strategis yang menekankan pada aspek strategis dan berkenaan dengan proses-proses yang ada dalam organisasi. Inilah yang disebut wilayah Manajemen Sumber Daya Manusia (Strategis).
  2. Sebagai agen perubahan yang menekankan pada aspek strategis dan berkenaan dengan unsur orang-orang yang ada dalam organisasi. Inilah yang disebut wilayah Pengembangan SDM atau HRD (Human Resource Development).
  3. Sebagai pemerhati karyawan yang menekankan pada aspek operasional dan berkenaan dengan unsur orang-orang yang ada dalam organisasi. Inilah yang disebut wilayah hubungan industrial.
  4. Sebagai ahli administratif yang menekankan pada aspek operasional dan berkenaan dengan proses-proses yang ada dalam organisasi. Inilah yang disebut wilayah manajemen personalia.

Peluang dan Tantangan Berkarier Di bidang SDM
Peluang untuk berkarier di bidang SDM cenderungan meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas. Secara kuantitas pasti akan bertambah seiring dengan adanya investasi-investasi baru terutama di kalangan dunia usaha.

Bagaimana dengan tantangannya?
Tantangan utamanya, aspek manajemen SDM di Indonesia saat ini berada pada wilayah hubungan industrial dan manajemen kinerja dan produktivitas, yakni bagaimana caranya dapat mewujudkan dan memelihara ketenangan kerja dengan ketenangan usaha agar seluruh komponen perusahaan dapat bekerja dan berkarya secara sinergis pada tingkat produktivitas dan kepuasan kerja yang optimal, Pada akhirnya kepentingan seluruh stakeholders dapat diperjuangkan dan diwujudkan dengan sebaik-baiknya berdasarkan keadilan dan kepatutan.

Bagaimana tingkat persaingan untuk mengisi karier SDM?
Kualifikasi-kualifikasi Sarjana Hukum, Psikologi dan Manajemen sebenarnya over supply, tapi secara kompetensi, sedikit sekali dari mereka yang benar-benar siap pakai atau siap beradaptasi dengan fungsi-fungsi operasional manajemen SDM.

Bagaimana Mempersiapkan Diri untuk Berkarier di Bidang SDM ?
Ada dua rujukan yang dapat kita pakai tentang syarat kompetensi seorang profesional SDM, yakni model kompetensi SDM dari Michigan diantaranya; Kredibilitas Pribadi, Kemampuan Mengelola Perubahan, Kemampuan Mengelola Budaya (Perusahaan), Pelaksanaan Praktek-Praktek Manajemen SDM, Wawasan Bisnis, Manajemen Kinerja Strategis.

Sementara model kompetensi dari HRCI (Human Resource Certification Institute) meliputi; Manajemen Strategis, Perencanaan Tenaga Kerja dan Rekrutmen, Pengembangan SDM (HRD), Kompensasi & Benefit (C&B), Hubungan Industrial, Keselamatan, Kesehatan & Keamanan Kerja (OHSAS).

OK, selamat mempertimbangkan dan semoga sukses !

Sumber Tulisan : Drs. Dadang Budiaji, MM. (Praktisi & Konsultan SDM)


5 Comments

  1. weh isi artikelnya menarik,saya tungu artikel berikutnya..

    salam sukses

  2. chrisgallery says:

    Pada akhirnya kalau kita sudah tau pengelolaan SDM di perusahaan, besar kemungkinan bagi kita untuk mendirikan usaha baru / wirausaha.
    Coba dibandingkan saja, peluang yang bisa diperoleh antara menjadi karyawan dengan berwirausaha. Memang, agak sulit mungkin bagi temen-temen yang tidak mempunyai jiwa wirausaha. Tetapi ini bukan berarti tidak bisa menjalankan wirausaha.
    Yang penting menurut saya adalah adanya keberanian, pengetahuan dasar wirausaha. Sedangkan modal tidak harus dari diri kita pribadi, bisa diusahakan dari bank atau sumber dana murah dari kucuran dana BUMN yang disisihkan melalui PKBL / PUKK.
    Selamat & sukses mbak Vi, thx masukannya.

  3. nice artikel….
    thanks ya infonya…
    sangat bermanfaat

  4. chrisgallery says:

    Thx…
    Kita dikasih info juga donk, kalau ada artikel yang menarik biar blog ini lebih menarik untuk dikunjungi dan dibaca oleh rekan2 sekalian.
    Sekali lagi, thx…

  5. kiwilstudio says:

    Blog anda bagus sekali. Saya mau share ijin untuk link dengan web anda.
    Hormat Kami :
    Kiwil Studio – Programming, Service, Network, Training Computer And Event Organizer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,160 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: