Home » life style » Pelajaran lagi

Pelajaran lagi

Jakarta – Mengutip dari Antara News tanggal 4 Februari 2008, diinformasikan bahwa fenomena krisis sudah diungkap. Baru belakangan ini dampak secara global lebih terasa dan diperhatikan banyak pihak, tidak terkecuali Pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Apa yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia dalam bidang properti hampir sama dengan yang dilakukan masyarakat di AS. Mereka sebagian besar juga membeli properti untuk investasi. Tidak sedikit masyarakat kita membeli properti memang benar-benar untuk ditempati, bukan sekedar untuk investasi.

Masalah pengelolaan risiko yang harus diambil juga membedakannya. Pelaku ekonomi di AS relatif lebih berani mengambil risiko dibandingkan dengan di Indonesia. Selain itu,  pihak pemberi kredit (perbankan) di Indonesia juga lebih berhati-hati dalam memberikan kucuran dananya kepada masyarakat. Hal ini karena otoritas perbankan memberikan aturan main yang lebih ketat, setelah kasus tahun 1998 yang sempat mengguncang perekonomian Indonesia.

Selain mekanisme peringatan dini, beberapa hal bisa dipelajari dari krisis keuangan AS, salah satunya akar penyebab krisis yaitu kepercayaan diri kelewat tinggi dari pelaku ekonomi di AS yang telah menurunkan kepekaan dalam menakar risiko.

Dalam satu edisinya akhir 2007 lalu, Chicago Tribune melukiskan perilaku para debitur bank sebelum krisis keuangan menghantam AS.

Karena terlalu percaya diri pada stabilitas risiko ekonomi itu, mereka mengajukan membeli rumah bukan untuk ditinggali tapi sebagai investasi guna meraih selisih jual antar periode atau sebagai agunan dalam mendapat pinjaman lain untuk kemudian dialokasikan ke sektor yang umumnya konsumtif.

Belakangan ini bank-bank AS memang gampang sekali menyalurkan kredit karena yakin ekonomi stabil sehingga risiko dianggap bisa dikendalikan, sementara sektor asuransi antusiastis menjamin baik kredit perbankan maupun investasi masyarakat karena terbius ekspektasi kelewat optimistis perbankan.

Padahal, perbankan dan asuransi sangat berkaitan dan menjadi urat nadi sistem keuangan AS sehingga ketika likuiditas mampat maka ekonomi demam dan terancam oleng. “Gejolak di dua sektor inilah yang memperburuk keadaan,” kata Soros.

eof.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,160 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: