Home » life style » Krisis Keuangan memberikan Pelajaran

Krisis Keuangan memberikan Pelajaran

Melihat dan membandingkan data-data dan informasi masalah krisis keuangan di negara Paman Sam, sungguh merupakan berita yang ikut mengkhawatirkan kita. Dari beberapa tulisan yang diangkat beberapa waktu yang lalu, mulai dari kronologisnya dan siapa-siapa yang terkena dampaknya langsung di negara tersebut, membuat kita yang berada di Indonesia menjadi was-was.

Bagaimana tidak, tidak perlu jauh-jauh di negara Panam Sam, kita lihat saja pengaturan / pengelolaan keuangan di rumah tangga kita sendiri. Seberapa kuat kita mampu menahan godaan dari penawaran kartu kredit, pinjaman dengan bunga rendah dari bank, kredit motor tanpa uang muka, kredit mobil dengan hanya memberikan DP sebesar Rp5 juta saja… dan masih banyak lagi tip-triks penggoda lainnya.

Coba kita kembali berhitung, berapa debt to equity ratio (financial leverage ratio) dengan formulasi ((total short term debt + long term debt) divided total equity) yang kita miliki. Betapa bahayanya apabila financial leverage ratio kita melebihi 40% (atau bahkan melebihi 50%). Yang menjadi pertanyaan adalah berapa besar kemampuan kita untuk menutup hutang hutang tersebut apabila terjadi sesuatu. Adakah sumber pendanaan yang bisa dipergunakan untuk menutup cicilan kewajiban tersebut. Untuk jangka pendek mungkin belum kelihatan, tetapi untuk jangka panjang multiplier effect-nya kelihatan lebih nyata.

Paling tidak krisis yang sekarang melanda negara Paman Sam menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua dari sisi pengaturan keuangan.

Sekuat apapun kondisi keuangan suatu badan usaha atau rumah tangga, yang pengelolaan keuangannya tidak didasarkan dengan kaidah pengelolaan keuangan yang bijak dan benar, keruntuhan dan kekacauan  pasti datang. Tinggal menunggu waktunya saja, yang jelas bahwa cara pengelolaan yang kurang baik mempunyai dampak yang related dengan caranya tersebut.

Bukan berarti dengan ini menghalangi kita untuk berhutang kepada pihak lain. Penekanannya adalah pengelolaan hutang yang lebih bijak, kemudian juga alokasi penggunaan hutang alangkah baiknya diperuntukkan bukan sekedar untuk konsumsi tetapi kepada aktivitas yang lebih produktif dan memberikan nilai tambah.

eof


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,138 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: