Home » economic » Stabilizing an Unstable Economy

Stabilizing an Unstable Economy

Buku yang ditulis oleh Hyman P. Minsky dalam tahun 1986 “Stabilizing an Unstable Economy” dimana pemikirannya dianggap menghambat perkembangan dinamika pasar financial. Minsky salah satu penganut Post-Keynesian dengan premis-premis yang disampaikannya ternyata beberapa tahun terakhir pandangannya dianggap banyak mengandung kebenaran, saat pasar financial mengalami gejolak drastis.

Bukunya tersebut telah dilakukan repackaging atau relevan untuk dikemas dan diterbitkan kembali melalui McGrawHill, AS, tahun 2008. Anda yang berminat bisa mendapatkannya di toko buku Gramedia – Matraman atau di toko buku Djakarta Raya – Jatinegara (dengan Bp.Heri di 08561026029).

Buku tersebut menjelaskan mengapa ekonomi selalu mengandung gejoka dan instabilitas. Jawabannya adalah karena instabilitas disebabkan oleh perilaku finansial unit-unit ekonomi yang berada dalam ruang lingkup ekonomi tersebut.

Pandangan Minsky menyatakan bahwa instabilitas bersifat alamiah (natural) pada sebuah sistem perekonomian. Maka dari itu, ekonomi memang akan bergerak secara fluktuatif, kadang naik (boom), kadang surut (bust). Dan sifat pasang surut ini digerakkan oleh kondisi keuangan unit-unit ekonomi (perusahaan, bank, lembaga sekuritas, dan sebagainya).

Ada 3 tipe utama perilaku para agen ekonomi. Pertama, Hedge, yaitu ketika perusahaan bisa melunasi seluruh kewajibannya dari hasil operasional usahanya. Kedua, Speculative, terjadi kalau untuk melunasi kewajibannya perusahaan harus utang dulu, mengingat hasil operasinya tidak cukup untuk menutup utang. Ketiga, Ponzi, yaitu manakala untuk menutup kewajibannya perusahaan harus menjual seluruh asetnya terlebih dahulu (likuidasi).

Sistem finansial modern memungkinkan para pelaku ekonomi bersikap Spekulative dan karena itu dengan sangat mudah berubah menjadi Ponzi. Apa yang terjadi pada Lehman Brothers dan perusahaan finansial lainnya persis sama dengan apa yang dikemukakan oleh Minsky. Seandainya mereka berhati-hati (Hedge), maka tidak akan terjadi kekacauan seperti ini. Akan tetapi, karena hampir semua perusahaan bersifat Spekulative, maka dengan mudah bisa berubah menjadi Ponzi. Dan pada titik ini, pemerintah harus turun tangan menyelamatkan mereka.

Jadi tidak berlebihan jika dikatakan kalau mereka untung hasilnya “diprivatisasi” (dimiliki privat), tetapi jika rugi bebannya dibagikan kepada pihak lain (sosialisasi). Hal yang sama sebenarnya terjadi pada kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Krisis justru disebabkan oleh ulah para pelaku usaha yang tidak berhati-hati melakukan kebijakan keuangan. Tetapi ketika kondisi keuangan mereka jebol, APBN-lah yang harus menanggungnya. Lebih parah lagi, bantuan itupun dikorupsi.

Inilah saatnya kembali menata arsitektur baru sistem finansial global, dimana pola intervensi negara menjadi salah satu tulang punggungnya.

Banyak pengamat mulai mengatakan, rentetan krisis belakangan ini telah membawa kita kembali pada era Keynesianism. Inilah buntut dari pandangan bahwa negara hanya diperbolehkan masuk ketika pasar sudah gagal menyelesaikan persoalannya sendiri (market failure)

Dan, Minsky adalah seorang Post-Keynesianist sejati. Pemikirannya memang patut dikemas kembali karena justru begitu relevan akhir-akhir ini. Bukankah pada akhirnya otoritas moneter harus turun tangan menyelamatkan bisnis besar, dengan tidak menunggu terjadi kegagalan di pasar?

(disarikan dari sinopsis A Prasetyantoko, resensi buku Stabilizing an Unstable Economy, Kompas 28 September 2008)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,157 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: