Home » human capital » Permasalahan THR

Permasalahan THR

—– Forwarded Message —-
From: Puri sulistyo <puri_jiep@yahoo.com>
To: apindojaktim@yahoo.com
Sent: Tuesday, September 16, 2008 14:46:31
Subject: Our chat on Tue, Jun 24 08 8:32

Mbak Wulan , tolong dong mintain masukan buat rekan-rekan HRD
Untuk anggota hrm club.
Mohon masukannya tentang permasalahan THR di kantor saya sbb .
  1. Komponen gaji di tempat kantor saya terdiri dari gaji dasar, gaji merit, tunjangan transport, makan, tunjangan perumahan, tunjangan pemeliharaan kendaraan (bagi pejabat)
  2. Semua tunjangan bersifat tidak tetap yang berarti tergantung pada kehadiran, termasuk tidak hadir karena cuti, sakit, bolos, tanggal merah (libur nasional) yang berarti take home pay tiap bulan dari karyawan berubah-ubah.
  3. Komponen tunjangan juga digunakan untuk pemberian punishment bagi mereka yang terlambat dengan besaran prosentase mulai 10%, 20%, 30% sampai 100% tergantung lamanya keterlambatan
  4. Kebijakan manajemen seperti pada butir 1,2,3 diatas dipakai juga untuk perhitungan uang cuti, penentuan bonus dan termasuk penentuan besarnya THR , karena Take Home Pay selama 1 tahun digunakan untuk menentukan besarnya THR dengan perhitungan rata-rata. Jadi kalau karyawan cuti hamil, cuti besar (1 bulan) atau sakit yang cukup lama, maka THRnya kecil. Kebijakan ini baru diterapkan tahun ini sehingga wajar kalau terjadi gejolak, sementara dalam RKAP sudah dialokasikan dengan perhitungan Take Home Pay.
Pertanyaannya :
  1. Wajar nggak kalau punishment itu diberlakukan berulang-ulang (double punishment)? Contoh : keterlambatan bulan Januari sudah dikenakan sangsi dipotong tunjangan bulan januari, tapi akan dikenakan lagi pada saat uang cuti, bonus dan THR, bahkan dlm jumlah tertentu dapat SP yang berarti ada prosentase potongan untuk gaji meritnya.
  2. Kalau PNS ada istilah gaji ke 13, yang berarti mereka terima Take Home Pay, apakah swasta atau BUMN ada aturan yang baku untuk menentukan besarnya THR?
  3. Apakah aturan besarnya THR harusnya dituangkan dalam PKB ? Kalau PKB sedang dalam proses penyelesaian perundingan antara manajemen dan SP, lalu dasar THR apakah hanya keputusan sepihak dari manajemen ?
Terima kasih saya tunggu dong masukannya
Puri

11 Comments

  1. chrisgallery says:

    Bu Puri, ada beberapa yang perlu ditambahkan keterangannya:
    1. Pada point 3 disampaikan besarnya potongan atas keterlambatan.
    Yang diterapkan sekarang ada masa dispensasi sebesar 15 menit, pengenaan keterlambatan dihitung mulai menit ke 16.
    Demikian juga dengan besaran potongan keterlambatan, jml prosentasenya 50% dari yang pernah diterapkan, dan sudah lama diterapkan.
    2. Pada point 4 bahwa yang tidak diperhitungkan dalam potongan ketidakhadiran ada 3, yaitu:
    a. cuti yg diambil 1 bulan berturut-turut,
    b. cuti melahirkan, dan
    c. melaksanakan ibadah haji.

  2. anikristi says:

    Sedih juga ya temen2 di JIEP kalo penerapannya seperti itu.
    Punishment berulang2? Ga fair banget
    Serikat Karyawannya baru berdiri, ya?
    Kok SKB nya belum ada?
    Kalo di tempatku THR, Bonus, Tunjangan AKhir Tahun diberikan utuh (tanpa ada potongan apapun)
    Kalo ada yang ga masuk cuma berpengaruh di uang makan saja.
    Ga ngaruh di Tunjangan pangan, tunjangan transportasi, atau tunjangan apapun…
    Coba di spped up deh SKB nya biar kebijakan managemen ada yang kontrol, ga semaunya sendiri

  3. chrisgallery says:

    Kalau serikat karyawan sudah ada. Memang yg membuat lemah karena SKB nya saat ini sudah habis masa berlakunya. Terus dalam pemberian THR, Bonus dan uang cuti diberikan berdasarkan SK Direksi.
    Memang, aturan ini perlu dikaji ulang biar tidak merugikan baik perusahaan (dari sisi output yang dihasilkan perusahaan sebagai dampak dismotivasi karyawan) maupun karyawan itu sendiri.
    Boleh gak kita dikasih aturan main di Angkasa Pura, mungkin ada sebagian (atau bahkan sebagian besar) bisa diterapkan di JIEP.
    Thx masukannya.

  4. heru says:

    Menurut saya sih, mendingan dibahas lagi saja SKBnya dulu. Mana ataran yang masih layak berlaku tetap dipertahankan, sedangkan aturan yang sudah tidak layak yaa sebaiknya diperbaharui.
    Ini semua kan demi kelangsungan dan kesejahteraan perusahaan berikut karyawannya. Bukan masalah menang kalah…

  5. budi gondel says:

    Mas, coba konsultasi dengan Depnaker Jakarta Timur atau di sekitar JIEP kan ada kantor Apindo Jakarta Timur. Cobalah diskusi, barangkali ada ide dan solusi yang bisa diambil. Karena ini juga untuk kepentingan perusahaan dan karyawan.
    Dampaknya mas yang harus dipertimbangkan nantinya. Jangan sampai motivasi karyawan hilang gara-gara penerapan aturan main yang kurang memberikan dukungan terhadap karyawan.
    Sukseslah. Mudah-mudahan berhasil.

    Salam kenal,
    Budi Gondel

  6. Sicilia says:

    Di koran radar ada juga yang nulis masalah THR di JIEP. Tapi juga belum tahu mana yang benar. Sebaiknya dibicarakan saja.
    Ini alamatnya:
    http://www.koran-radar.com/News.php/read/TYQvTYR/index/Direktur_Keuangan_PT_JIEP_%E2%80%98Sunat%E2%80%99_THR_Karyawan

  7. AT says:

    sorry kayanya kita dah ga perlu bahas lagi, persoalan kita jelas bukan di situ lagi….isyu stratejik kita saat ini cuma satu tendang aja pimpinan yang ga becuss! jangan takut, dalam hal ini kita mutlak bener…trust me…!!

  8. hs says:

    masalah thr adalah sekian ribu permasalahan yang tidak akan ada penyelesaiannya karena ketidakjelasan dari semua sistem yang ada di PT JIEP.

  9. AT says:

    Saya setuju dengan HS, THR hanyalah gejala penyakit yang muncul dipermukaan , ibarat kita sakit panas kita obati dengan obat penurun panas saja, mungkin bisa sembuh sementara, tetapi penyakit sebenarnya tidak tersembuhkan.

    Maksudku kalau kita cuma ribut masalah THR aja kayanya tidak menyelesaikan masalah JIEP secara keseluruhan.

    Louis XVI (?) pernah bilang L’etat cest moi (negara adalah aku), jadi kira-kira JIEP sedang diperlakukan seperti itu.
    Bicara sistem di JIEP, maka yang berlaku sekarang ini adalah sistem “suka-suka” sesuai dengan kehendak dan pikiran Paduka Yang Mulia “Pak Louis” tadi.

  10. chrisGallery says:

    Sebenarnya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Dengan kemauan membuka komunikasi, sebenarnya saling silang masih bisa diselesaikan dan dicarikan jalan keluar.
    Tetapi yang terjadi, kita ini juga susah untuk bisa komunikasi, apalagi menyelesaikan masalah. Yang terjadi bahwa masing-masing memang mempunyai versi berbeda. (wah pura-pura alim nich).
    Dengan blog begini saja sebenarnya kita sudah bisa saling menyampaikan pendapat. Tidak susah sebenarnya…
    Tinggal kemauan saja…

  11. chrisGallery says:

    Ada juga tuh yang pernah saya singgung sebelumnya, tapi belum dapat tanggapan.
    https://chrisgallery.wordpress.com/2008/09/24/jelang-lebaran/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,157 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: