Home » life style » Gaji kok ga cukup2…

Gaji kok ga cukup2…

Salary

Pernah merasa seperti itu? atau sedang merasa seperti itu? terus terang saya pernah mengalaminya, waktu pertama kali kerja gaji saya hanya 1,5 juta dan saya masih bisa menabung 500 ribu, waktu gaji saya naik 2x lipat, harusnya saya bisa menabung 2x lipat juga kan? tetapi kenyataannya tidak, nah pada saat itulah saya merasa kok gaji ga cukup2 yah…

Kadang kita tidak sadar, ketika kita tahu bahwa kita mampu menghasilkan sekian rupiah perbulan, tiba2 kebutuhan kita juga naik, yang berakibat pengeluaran juga naik, sayangnya naiknya pendapatan dengan naiknya pengeluaran menjadi tidak seimbang tanpa kita sadari, misalnya naik pendapat 2x lipat, naiknya pengeluaran bisa 3x ata 4x lipat tanpa kita sadari.

Contohnya yang tadinya biasa kalau makan siang di warteg seharga 10 ribu, sekarang makan siang di kantin seharga 15 – 20 ribu, yang tadinya jalan2 2 minggu sekali, sekarang setiap minggu, yang tadinya merek bajunya cuman asal yang penting enak, sekarang mereknya Zara, yang tadinya hpnya cuman bunyi “tit tut tit tut” sekarang bunyinya lagunya Shakira, dsb. Nah hal2 seperti itulah yang membuat kita selalu merasa kekurangan uang meski pendapatan kita sudah meningkat.

Bagaimana cara mengatasinya?

  1. Berhemat! itu adalah jalan terbaik, anda bisa melihat2 tipsnya disini
  2. Stay low profile, cobalah tetap seperti anda yang dulu, menikmati hidup boleh saja, tapi tetap prioritaskan kebutuhan, pisahkan antara kebutuhan dengan keinginan, tentu anda tahu bedanya kan? kebutuhan adalah sesuatu hal yang memang anda butuhkan dan tidak bisa dihindari. Sedangkan keinginan adalah perasaan sesaat yang membuat anda ingin memiliki tanpa adanya faktor kebutuhan, dimana dengan anda tidak memiliki/melakukan hal tersebut anda sebenernya tidak akan apa-apa.
  3. Cari pendapatan yang lebih besar lagi, bukan berarti anda meninggalkan pekerjaan sekarang dengan begitu saja, tetapi yang dimaksud adalah dengan membuka usaha kecil2an/sampingan dari sebagian penghasilan yang bisa anda sisihkan sekarang.

Nah mari meng-audit pengeluaran kita lagi.

disadur dari:

http://orangemood.wordpress.com/2007/05/06/gaji-kok-ga-cukup2/


7 Comments

  1. nanda says:

    bener banget tuh sama yang ditulis mas chris. malah terkadang gaji belum naik tapi hutang kartu kredit tambah menumpuk & keinginan belanja semakin besar. alhasil tabungan terkuras juga berkat manajemen keuangan yang kurang diperhitungkan. makanya pengen juga sesekali konsultasi sama ‘financial planner’ tapi yang gak mahal bayarannya biar kita bisa tau solusi apa yang paling tepat untuk mengatasi masalah keuangan. sempet kepikiran mau invest di reksadana tapi dana awalnya kira2 berapa jumlah yang dibutuhkan ya?

  2. Molly says:

    Saya cuma bisa curhat….

    Dulu pertama kali kerja liat Play Station aja ngga mampu kebeli….sekarang setelah 5 tahun bekerja alhamdulillah kebeli rumah ama honda jazz plus honda beatnya….

    Intinya…kerja dulu ya dulu…ga pake otak….

    Kerja sekarang biar gaji kecil tapi pake otak….alias melakukan banyak inovasi…hehehehehe

    Jadi yang penting adalah inovasi…….setuju??

  3. chrisgallery says:

    Yg paling enak itu, kerjaan dikasih ke orang lain. Yg terima gajinya kita. Ini namanya baru inovasi… ;)) (apa ya tega makan orang?!)
    Memang kalau gak nyambi kanan kiri, makan gaji doank, ya kecut. Nyambi itupun juga tergantung jenis usahanya, untuk short term atau long term? Juga dari economic of scale-nya gimana.
    Contohnya saja dagang model asongan, walaupun untuknya 200% gak mungkin akan kebeli motor. Beda kalau dengan buka franchise, walau untuk 15% tapi dengan beda economic of scale-nya, dalam jangka waktu 2 tahun udah kebeli macem-macem.

    Gak mungkin hanya dgn gaji doank bisa kebeli macem2.
    Pake Casio Financial Calculator & Texas Instrument BAII Plus model terbarupun juga gak bakalan ketemu hitungannya.
    Kita hitung saja, biaya operasional harian berapa? Belum overhead lainnya..
    Kalau memang ketemu, bolehlah aku dikasih resepnya. Atau kalau tidak kita bisa bantu pasarin franchise resepnya ke temen2.
    (hihihiiiiii…)

  4. Andre says:

    gaji besar kalo pengeluaran besar juga ujung2nya kurang juga mas, bener kata ahli keuangan ( apa lagi dengerin ceramah agama ya ??? ) orang yang kaya itu ngga cuman yang banyak duitnya aja . terkadang malah yang idupnya pas2 an tapi dia mampu memenej keuangannya sehingga masih bisa menghidupi keluarga , beli2 barang dan menabung malah justru itu yang disebut orang kaya….( kalo kita malah kaya utang, he..he) but bener kate rekan molly, yang penting inovasi,diversifikasi dan intensifikasi usaha biar ngga nombok lagi….ciao mas.

  5. chrisgallery says:

    Ok juga tuh pendapatnya. Memang kita sepertinya harus bikin paguyuban untuk saling memotivasi.
    Langkah awal salah satunya harus ada media untuk komunikasinya dulu. Dengan blog semacam ini aja udah nimbul ide-ide yg dari dulu sebenarnya udah dipunyai oleh rekan2 JIEP.
    Tapi kenapa tidak terucap sama sekali? Yg pasti karena tidak ada media untuk menyampaikan ide2 itu.
    Yaaa, jadinya ide itu hanya diketahui oleh yang bersangkutan saja. Sebenarnya sayang kan, ide bagus itu hanya jadi uneg-uneg saja.
    Coba kalau ide itu sudah berhasil disampaikan ke rekan2 dan mendapatkan respon dan improvisasi dari rekan2 yg lain.
    Pasti akan ada innovation product yang berawal dari obrolan ringan semacam ini.
    Semoga… ide2 yang lain berlanjut dan terus bersambut.
    Bravo Pak Andre atas ide-idenya…

  6. hadi says:

    Gaji cukup atau tidak tergantung dari kita kali, gaya hidup zaman sekarang untuk mendapatkan sesuatu barang sangat mudah dengan berbagai jenis kemudahan pembayaran yang membuat kita terlena, padahal kalau kita pikir-pikir kita belum perlu. Lantas ada moto hidup yang mungkin ada di sebagian benak kita yaitu kalau nggak punya hutang serasa hidup tidak ada tantangannya. Dari cara-cara berpikir seperti itu kita jadi mudah terjerat oleh hutang yang tidak kunjung selesai yang pada gilirannya akan memangkas gaji kite. Oleh itu karena motivasi diri sendiri bahwa kita harus cukup dengan pendapatan kita sekarang akan membuat hidup kita mungkin lebih baik. Ada ungkapan untuk kita selalu bersyukur jangan selalu melihat keatas lihatlah sekeliling kita masih ada yang lebih kere dari kita. benar kata teman-teman diatas bahwa kita harus punya inovasi dan improvisasi atas pendapatan yang kita punya.ok bos (Ngomong gampang kali tapi prakteknya sulit banget bo) he he….

  7. chrisgallery says:

    Improve-nya, gimana kalau bikin sampingan aja?
    Patungan modal untuk buka percetakan, rumah makan, jasa penyusunan skripsi/thesis, atau broker?!
    Ada yg mau gabung?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,138 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: