OPINI: Ekonomi Indonesia Hadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan

OPINI: Ekonomi Indonesia Hadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan

Proyeksi ekonomi Indonesia 2017 beserta angka-angka pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja, peta investasi, dan seterusnya sudah sering Saudara baca.

Demikian juga ancaman dan peluang dari pasca terpilihnya Donald Trump dan dunia yang semakin protektif. Kehidupan berusaha dan berprofesi di tahun-tahun mendatang juga tidak akan lebih mudah karena muncul peta yang sama sekali baru.

Banyak hal-hal baru yang menakutkan incumbents hadir di depan mata. Salah satunya, proses penghancuran melalui inovasi, bisnis model, dan disrupsi.

Lawan-Lawan Tak Kelihatan

Yang jelas para usahawan tengah menghadapi kompetisi baru yang identitasnya tak begitu kelihatan. Seperti Blue Bird dan Express yang kecolongan Grab dan Uber. Lawan itu datang tanpa logo, tanpa pelat nomor kuning, dan tak ada tulisan taksi. Tahu-tahu armada itu sudah besar dan menggerogoti penerimaan perusahaan.

Akibatnya, Express rugi Rp 81 miliar per kuartal ketiga 2016. Sedangkan laba Blue Bird turun dari Rp 625,42 miliar ke Rp 360 miliar pada kuartal ketiga 2016.

Pada 2016 akhir, kita juga mendengar banyak kalangan pemilik hotel yang menyatakan keinginan untuk exit dari industri ini per kuartal III 2016. Alasannya adalah kontraksi dana APBN yang membuat okupansi hotel untuk keperluan meeting pemerintah berkurang.

Faktanya, para traveler pemula (the millenials) tengah beralih dari hunian hotel ke penginapan-penginapan berbasiskan sharing economy, seperti Airbnb dan Couchsurfing. Di Bali, di sepanjang Jalan Sunset Road, tumbuh rumah-rumah kos elite yang ditawarkan dengan pola ini.

Belum lagi restoran-restoran yang kelak akan kehilangan pengunjung dengan tawaran-tawaran makan siang atau malam bersama penduduk di rumah-rumah mereka melalui platform sharing economy.

Lantas, bagaimana dengan produk sehari-hari? Ambil saja produk makanan. Sejak tahun 2009 konsumen kelas menengah dunia sudah mulai meninggalkan makanan dalam kemasan, beralih ke makanan segar dan organik.

Di berbagai kota besar di Indonesia, kita saksikan rombongan tukang sayur bersepeda motor semakin banyak mendatangi kawasan perumahan. Lalu toko buah-buahan segar dan sayuran tumbuh pesat.

Di Amerika Serikat sendiri, sejak tahun itu 25 produsen utama makanan olahan telah kehilangan pendapatan sebanyak US$ 18 miliar.

Di Laut juga Berubah

Masalah dalam angkutan laut ternyata juga sama. Lagi-lagi banyak pihak salah membaca menyusul bangkrutnya raksasa Shipping Lines, Hanjin (Korea) yang menguasai pangsa pasar 3 persen dunia.

Umumnya para analis menunjuk pelemahan pertumbuhan ekonomi dan melemahnya harga-harga komoditi dunia, yang bahkan mengakibatkan harga kapal anjlok 60 persen dari harga semula.

Akan tetapi, fenomena ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan fenomena bisnis taksi, sebab shipping company kini tak perlu lagi mempunyai kapal sendiri. Cukup menjadi operator saja. Jadi, order angkutan barang dari Kalimantan menjadi mahal kalau harus diangkut dengan kapal dari Jakarta. Kini operator cukup mengontak kapal-kapal yang ada di dekat lokasi yang pasti lebih murah.

Dengan strategi ini, Djakarta Lloyd yang dulu juga sempat terancam bangkrut antara 2008-2013 rugi terus dengan total Rp 554 miliar, kini sudah kembali sehat dengan catatan keuangan di tahun 2016 mampu menorehkan laba bersih Rp 40 miliar, sebagai operator company.

Gerak perusahaan operator ini memang tak kelihatan dan begitu luas di seluruh industri dan sektor, tetapi selalu disangkal incumbent. Padahal, perubahan ini sudah mengikuti hukum moore yang terjadi secara eksponensial, supercepat.

Saya harap bulan depan anda sudah bisa membaca kajiannya dalam buku saya yang berjudul Disruption. “Sekalipun Anda Incumbent, dan menghadapi lawan-lawan tak kelihatan, cegah kehancuran sekarang juga.”

Saya harap Anda bersabar dulu. Jadi ini adalah sebuah era yang membutuhkan disruptive regulation, disruptive mindset, dan disruptive marketing.

Mari Kita Kenali Ciri-Cirinya

Pertama, teknologi mengubah kita semua dari peradaban time series menjadi real time. Time series statistic menghasilkan indikator-indikator lagging (ketinggalan). Ia menghitung dengan benar, tetapi basis datanya adalah masa lalu.

Peradaban real  bisa menghasilkan indikator-indikator kekinian (current indicator), saat ini, yaitu saat kita menghadapinya sehingga lebih relevan untuk membuat keputusan. Ini tentu berkat teknologi big data analitycs.

Kedua, dulu untuk berbisnis, Anda harus memilikinya sendiri. Kini Anda bisa saling memanfaatkan resources.

Ketiga dulu, teknologi tak memungkinkan kesegeraan. Kita semua harus antri (on the lane), sabar dan rela menunggu. Kini, Anda hidup dalam on demand economy. Jarak sudah mati, stok, data, dan armada, sudah dipindahkan ke dekat lokasi yang membutuhkannya. Teknologi dan algoritma data besar memungkinkan bagi kita untuk melakukannya.

Keempat, kurva supply-demand yang dulu Anda pelajari adalah permintaan-dan-penawaran tunggal. Kini kita hidup dalam dunia apps yang pada saat bersamaan dikerjakan oleh puluhan, bahkan ribuan jejaring.

Kelima, musuh-musuh Anda (kompetitor) sudah tak lagi kelihatan. Mereka langsung masuk ke sasaran-sasaran utama, kepada konsumen, door to door, langsung. Seperti Uber yang tak kelihatan, tak berbendera, tak bertanda apa-apa.

Sekali lagi, sejak dunia mengenal hukum Moore, disruption ini bersifat eksponensial, bukan linear. Artinya supercepat. Bayangkan apa jadinya kalau Anda terlalu lama membuat keputusan, desain perusahaan rigid dan statik, dan pegawai Anda bermental passenger?

Selamat Tahun Baru, 2017. Happy Holiday.

Rhenald Kasali
Guru Besar Ilmu Manajemen UI

http://bisnis.liputan6.com/read/2688829/opini-ekonomi-indonesia-hadapi-lawan-lawan-tak-kelihatan⁠⁠⁠⁠

Aplikasi e-Gudang for Android

Jakarta – 23 September 2013

Setelah sebelumnya aplikasi / website Property58 bisa didownload, sekarang giliran aplikasi / website e-Gudang yang menyusul. Aplikasi tesebut bisa di download dari 4shared.

Untuk sementara belum bisa di download dari google play / play store dari gadget android. Mudah-mudahan sih dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah bisa kembali hadir di google play / play store

Mau mencoba juga? Silahkan di download dari 4shared.

Kaca Film Mobil

Pagi-pagi ketika baru tiba di kantor, seorang rekan datang dan komentar tentang kaca film mobil yang kebetulan agak gelap / redup. “Wah, pake kaca film baru yaa. Pake merk apa?” tanyanya sambil membuka percakapan.

Saya bilang bahwa kaca film mobil ini kita ganti lantaran ada yang iseng mengambil tas berikut isinya dengan jalan memecah kaca mobil. Yang jelas bahwa tas yang ada di dalam mobil kelihatan jelas dari luar, sehingga mengundang orang untuk berbuat jahat.

Ada dua sisi yang sedikit bertentangan saat mau mengganti kaca film mobil tersebut. Pertama – akan mengganti kaca film dengan warna / tingkat kepekatan yang sejenis, kedua – menggunakan yang agak gelap dengan alasan keamanan.

Dengan alasan pertama, masih memungkinkan orang yang sama akan melakukan hal serupa / mengulangi kejahatannya. Alasan yang kedua, rupanya juga menyisakan hal yang sedikit menggelikan. Beberapa rekan menanyakan kenapa diganti agak pekat / gelap.

Jawaban spontan yang pernah saya sampaikan, “saya sudah tidak nakal lagi kok”. Jadi kaca film terang ataupun gelap tidak jadi masalah. Yang penting kendaraan lebih aman dari orang-orang iseng yang berniat jahil dan suhu dalam kendaraan tidak terlalu panas apabila dikendarai pada siang hari.

Jadi seperti ada korelasi antara kepekatan kaca film mobil dengan perilaku pengendaranya. Wkwkwkwk …

Tak Didukung Regulasi, Bisnis Broker Properti Tetap Tumbuh Pesat

Kalangan pelaku bisnis jasa broker properti tak pernah lelah ingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian terhadap bisnis yang menyumbang pendapatan pajak hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.

            Tahun 2012 kemaren, AREBI ( Asosiasi Real Estate Broker Indonesia ) Memperkirakan penjualan produk properti primer maupun sekunder bisa mencapai Rp. 700 triliun. Bahkan dalam lima tahun ke depan, jika ekonomi Indonesia dalam keadaan stabil transaksi properti bisa mencapai Rp. 1.400 triliun, dimana sebagian besar transaksi tersebut lewat broker properti. Karena itu, melalui ketua umumnya, DPP ( Dewan Pimpinan Pusat ) AREBI Darmadi Darmawangsa, meminta perhatian khusus pemerintah terhadap kelangsungan bisinis ini.

            Menurut Darmadi, saat ini di Indonesia, sedikitnya terdapat 100.000 broker properti. Namun, dari jumlah tersebut, sangat sedikit yang bergabung dengan AREBI. Hal ini karena kurangnya dukungan dari pemerintah, khususnya dibidang regulasi, sehingga banyak “broker liar” yang beretika beroperasi yang berpotensi merugikan konsumen.

“Dalam menjalankan bisnisnya , broker tradisional ini tidak terikat dengan peraturan atau sanksi apapun dalam mengeruk keuntungan.

Disisi lain, memang belum ada regulasi yang mengharuskan para broker bergabung dan menjalankan kewajiban seperti anggota AREBI lainnya, termasuk membayar pajak,” Kata Darmadi di Jakarta, awal januari 2013.

            Rendahnya dukungan pemerintah dalam mendorong bisnis ini tumbuh lebih sehat sangat disayangkan oleh Darmadi. Padahal Kalau bisnis broker properti berkembang pesat, Pemerintah juga akan mendapatkan keuntungan.

            “Kalau regulasi dan penegakan hukum dapat berjalan dengan baik, dimana asosiasi dapat berfungsi dengan baik, maka dapat membantu pemerintah dalam memberikan data rinci para broker di Indonesia.Data tersebut akan memudahkan pemerintah menarik pajak dan menjamin keamanan konsumen properti,”tegasnya.

            Senada dengan Darmadi , wakil ketua DPP AREBI, Hendry Tamzel mengingatkan agar pemerintah tidak memandang sebelah mata sector ini. Pertumbuhan bisnis jasa broker properti yang begitu pesat dalam tiga tahun belakangan ini berjalan tanpa dukungan signifikan dari pemerintah.

            Sebenarnya Surat Izin Usaha Perdagangan  Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIUP-P4) sudah memberikan setitik harapan. Tetapi dalam perjalanan regulasi ini terhambat dengan aturan – aturan teknis.Pembuatan kebijakan kurang memahami mengenai bisinis broker properti.

            Sejauh ini, Kehadiran SIUP-P4 terasa terlalu rumit. Belum lagi pengalihan tanggung jawab dari kementerian Perdagangan ke BKPM dalam menangani SIUP-P4 tersebut,menunjukkan rumitnya birokrasi di Indonesia.

            Hal ini mengakibatkan sulitnya pengurusan perizinan untuk membuka kantor broker properti secara resmi. Misalnya salah satu persyaratannya harus menyertakan Analisis Dampak Lingkungan Hidup ( Amdal ) untuk membuat Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti ( SIUP-P4). Sementara seperti yang diketahui kebanyakan kantor Broker itu berada di Area pertokoan dan perkantoran yang dibangun sudah dengan amdal.

            Selain masalh di atas, Broker properti dalam negeri juga diresahkan oleh banyak developer dan broker asing terutama dari Singapura dan Malaysia yang menawarkan properti ke konsumen di Indonesia. Mereka secara bebas berpameran di hotel-hotel,tanpa ada sanksi apa-apa. Padahal itu jelas-jelas melanggar hukum,namun dibiarkan saja.

            Oleh sebab itu, AREBI mendesak pemerintah agar jangan gampang membuka keran kepada perusahaan asing yang mengambil konsumen local di  sector properti.”Pemerintah jangan terlalu gampang buka keran tapi harus lihat dulu kesiapan kita,”tandas Darmadi.

2013 tumbuh 15 persen

            Pertumbuhan bisnis properti tampaknya akan berlanjut di tahun 2013. Permintaan terhadap produk residensial (landed house dan apartment) diprediksi akan meningkat tajam.

            Meski gonjang – ganjing pemilu 2014 diperkirakan mulai terjadi di semester kedua 2013, namun beberapa kalangan tetap optimis, pasar properti di tahun 2013 khususnya rumah tinggal yang harganya dibawah Rp.500 juta akan menjadi pasar terbesar di sector perumahan, yang totalnya mencapai 60 persen.

            Pendapat ini disampaikan oleh pengamat properti Panangian Simanungkalit dan ketua umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso dalam sebuah diskusi bertajuk , “Tantangan dan Peluang Bisinis Properti 2013” di Jakarta beberapa waktu lalu.

            Disamping itu permintaan di pasar apartemen masih akan melonjak. Karena selain dijadikan tempat tingggal didalam kota, apartemen banyak diminati karena menjanjikan capital gain tinggi.

            “Pasar apartemen strata title yang seharga Rp.600 juta/umit akan menguasai pasar apartemen sekitar 70%. Selain itu, kantor Strata title di kawasan CBD dan di luar CBD masih akan meramaikan pasar properti di tahun 2013,”kata Panangian.

            Secara keseluruhan, dia memprediksi pasar properti rumah tinggal, apartemen dan perkantoran dan pusat perdagangan strata title masih akan meningkat di 2013 sekitar 8 – 12 % baik dari harga maupun tingkat sewa.

            Karena itu Panangian memperkirakan Industri properti tahun 2013 akan terus meningkat , paling tidak sama seperti sekarang, sekitar 13-15%.Kondisi ini akan terjadi kalau stabilitas ekonomi, politik dan keamanan dalam negeri dapat terus dijaga.

            Agar pertumbuhan sector bisnis proprti terjadi, dia menyarankan supaya pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan uang muka ( down payment/DP) sebesar 30%. Sebab ketentuan Bank Indonesia (BI) soal minimal uang muka (DP) KPR 30% untuk rumah minimal tipe 70 m2 dianggap tak tepat.Seharusnya ketentuan itu berlaku berdasarkan harga rumah yaitu minimal Rp 1 Miliar.

            Ia mengatakan, alasan pemerintah yang menyatakan kebijakan tersebut itu untuk mencegah spekulan, adalah salah. Pasalnya konsumen yang dikenakan loan to value saat ini adalah end user, atau pengguna , bukan konsumen investor yang yang berspekulasi.

            Hal senada disampaikan Setyo Maharso. Bahwa akan lebih adil jika aturan kenaikan batas minimal uang muka KPR berdasarkan harga, bukan luas bangunan. :Rumah, pada tiap wilayah harganya beda.Kalau di Jakarta tipe 45, tapi harga yang sama di daerah dapat rumah yang lebih luas,”tegasnya.

                   “LTV berdasarkan luasan, tidak adil.Pakai harga saja, Misalkan Rp. 1 Miliar.Atau rumah kedua, itu baru fair.Kan kelas menengah juga terus tumbuh,” jelas Setyo.(Erlan Kallo)

sumber : copas http://propertimedia.com

Toko Online – WordPress Theme (WP Grosir)

Copas dari om Agung.

 

Bila riwayat perkembangan Ecommerce WordPress Themes buatan Virtarich ditinjau, barangkali WPGrosir merupakan Toko Online WordPress Theme yang paling sempurna yang pernah diciptakan Virtarich, karena kehebatan WPGrosir tidak lepas dari pengalaman pembuatnya sendiri yang terus bertambah.

Hal ini terlihat dari evolusi WP-Toko ke Virtamart hingga yang terakhir WPGrosir, yang memperlihatkan desain dan fitur-fitur yang terdapat di WPGrosir yang sudah tidak asing di benak para pengguna Theme dari Theme-ID.

Karena memang desain dan mayoritas fitur-fitur canggih yang ada di WPGrosir WordPress Theme ini merupakan gabungan dari fitur-fitur unggulan dari Theme pendahulunya, seperti:

  1. Responsive Toko Online Themes yang sudah menggunakan HTML5 dan CSS3
  2. Cara Posting Produk Sangat Mudah
  3. Welcome Popup Overlay
  4. Support Ongkos Kirim JNE Berdasarkan Kecamatan
  5. Support Posting Produk Size
  6. Google Rich Snippets
  7. Tombol Beli yang langsung tertuju ke overlay untuk Fast Order by Phone & SMS, dan bila pembeli tidak melakukan Fast Order, maka pembeli akan diarahkan menuju ke halaman detail produk dimana order bisa menggunakan Shopping Cart
  8. Ready Produk Rating
  9. Form Testimoni
  10. Banner Slider
  11. Hoverzoom ProdukHoverzoom Produk
  12. Invoice ID
  13. Produk Pilihan
  14. Unlimited Custom Color
  15. Custom Header
  16. Custom Background
  17. Ready Widget
  18. Download Katalog
  19. Cek Ongkir
  20. Dan masih banyak lagi
Demo: http://wpgrosir.com/

Semoga WPGrosir ini dapat memaksimalkan penghasilan Anda dalam berjualan secara online, sebagaimana Virtarich memaksimalkan Theme WPGrosir agar bisa memenuhi kebutuhan para pengguna theme-nya.

sumber : blogspot om Agung

Format Tanggal dan Angka Mail Merge Microsoft Word

Untuk menggunakan format tanggal Indonesia pada Mail Merge, maka caranya pada field tanggal di klik kanan, pilih Edit field… sampai muncul kotak dialog berikut :

ubah format tanggal sesuai gambar

kemudian pada menu Review, pilih Set Language

ubah ke Indonesia

untuk format angka desimal, caranya hampir sama :

1. Klik Kanan field yang akan di ubah format angkanya

2. Klik Edit field ….

mail_merge5

3. klik Field Codes

mail_merge6

4. klik options …..

mail_merge8

5. tulis kode \#, ##,##

Semoga bermanfaat

sumber : rudydwihartono.wordpress.com

Fungsi TERBILANG pada Excel

Sebenarnya tidak ada perbedaan mendasar penggunaan Fungi Terbilang di Microsoft Excel 97-2003 dengan Ms. Excel 2007 atau Excel 2010. Hanya saja karena perbedaan tampilan yang terkadang membingungkan para penggunanya.
.
Berikut adalah langkah-langkah membuat fungsi terbilang di Excel 2007 maupun Excel 2010, tetapi fungsi terbilangnya dibandingkan tulisan terdahulu, kali ini angka terbilangnya hingga dua digit dibelakang koma (sen).
.
Misalnya ketika kita menuliskan angka Rp. 25.560.500,34 di sel A1, maka di sel B1 jika menggunakan rumus =terbilang(A1); maka hasil terbilangnya menjadi Dua Puluh Lima Juta Lima Ratus Enam Puluh Ribu Lima Ratus Rupiah, Tiga Puluh Empat Sen.
 
Adapun langkah-langkahnya untuk membuat rumus tersebut pada Office Excel 2007 dan Excel 2010, adalah:
  1. Pertama-tama download file terbilang.xla yang merupakan excel add ins klik disini
  2. Simpan file tersebut pada lokasi yang tidak berubah-ubah atau tetap, misalnya di C:\WINDOWS, jangan lupa di extrak menjadi file biasa (terbilang.xla) jangan dalam bentuk rar atau zip.
  3. Buka program Microsoft Excel 2007 dan klik gambar windows bulat (Office button) paling kiri atas kemudian klik Excel Option di bagian bawah, bagi yang memakai Microsoft Excel 2010 klik File lalu Options.
  4. Lalu klik Add-Ins dan klik Go, maka akan tampil jendela pop up Add-Ins, 5. Klik Browse, lalu cari file terbilang.xla hasil download yang telah di simpan di C/windows hasil ekstak tadi. 6. Setelah berhasil maka dalam pop up Add-Ins akan bertambah menu terbilang seperti gambar dibawah ini.

Jika berhasil anda dapat menggunakan fungsi tersebut seperti contoh diatas. Misalnya tuliskan angka di sel A1 2345000,45 lalu di sel B1 tuliskan rumus =terbilang(A1) maka nanti akan mendapatkan hasil terbilangnya menjadi DUA JUTA TIGA RATUS EMPAT PULUH LIMA RIBU RUPIAH, EMPAT PULUH LIMA SEN.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

sumber :

  1. aditzone.com
  2. ujungkelingking.blogspot.com
  3. dykrullah.com
  4. komputermedia.com
Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 101,752 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 229 other followers

%d bloggers like this: