Aplikasi e-Gudang for Android

Aplikasi e-Gudang for Android

Jakarta – 23 September 2013

Setelah sebelumnya aplikasi / website Property58 bisa didownload, sekarang giliran aplikasi / website e-Gudang yang menyusul. Aplikasi tesebut bisa di download dari 4shared.

Untuk sementara belum bisa di download dari google play / play store dari gadget android. Mudah-mudahan sih dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah bisa kembali hadir di google play / play store

Mau mencoba juga? Silahkan di download dari 4shared.

Kaca Film Mobil

Pagi-pagi ketika baru tiba di kantor, seorang rekan datang dan komentar tentang kaca film mobil yang kebetulan agak gelap / redup. “Wah, pake kaca film baru yaa. Pake merk apa?” tanyanya sambil membuka percakapan.

Saya bilang bahwa kaca film mobil ini kita ganti lantaran ada yang iseng mengambil tas berikut isinya dengan jalan memecah kaca mobil. Yang jelas bahwa tas yang ada di dalam mobil kelihatan jelas dari luar, sehingga mengundang orang untuk berbuat jahat.

Ada dua sisi yang sedikit bertentangan saat mau mengganti kaca film mobil tersebut. Pertama – akan mengganti kaca film dengan warna / tingkat kepekatan yang sejenis, kedua – menggunakan yang agak gelap dengan alasan keamanan.

Dengan alasan pertama, masih memungkinkan orang yang sama akan melakukan hal serupa / mengulangi kejahatannya. Alasan yang kedua, rupanya juga menyisakan hal yang sedikit menggelikan. Beberapa rekan menanyakan kenapa diganti agak pekat / gelap.

Jawaban spontan yang pernah saya sampaikan, “saya sudah tidak nakal lagi kok”. Jadi kaca film terang ataupun gelap tidak jadi masalah. Yang penting kendaraan lebih aman dari orang-orang iseng yang berniat jahil dan suhu dalam kendaraan tidak terlalu panas apabila dikendarai pada siang hari.

Jadi seperti ada korelasi antara kepekatan kaca film mobil dengan perilaku pengendaranya. Wkwkwkwk …

Tak Didukung Regulasi, Bisnis Broker Properti Tetap Tumbuh Pesat

Kalangan pelaku bisnis jasa broker properti tak pernah lelah ingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian terhadap bisnis yang menyumbang pendapatan pajak hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.

            Tahun 2012 kemaren, AREBI ( Asosiasi Real Estate Broker Indonesia ) Memperkirakan penjualan produk properti primer maupun sekunder bisa mencapai Rp. 700 triliun. Bahkan dalam lima tahun ke depan, jika ekonomi Indonesia dalam keadaan stabil transaksi properti bisa mencapai Rp. 1.400 triliun, dimana sebagian besar transaksi tersebut lewat broker properti. Karena itu, melalui ketua umumnya, DPP ( Dewan Pimpinan Pusat ) AREBI Darmadi Darmawangsa, meminta perhatian khusus pemerintah terhadap kelangsungan bisinis ini.

            Menurut Darmadi, saat ini di Indonesia, sedikitnya terdapat 100.000 broker properti. Namun, dari jumlah tersebut, sangat sedikit yang bergabung dengan AREBI. Hal ini karena kurangnya dukungan dari pemerintah, khususnya dibidang regulasi, sehingga banyak “broker liar” yang beretika beroperasi yang berpotensi merugikan konsumen.

“Dalam menjalankan bisnisnya , broker tradisional ini tidak terikat dengan peraturan atau sanksi apapun dalam mengeruk keuntungan.

Disisi lain, memang belum ada regulasi yang mengharuskan para broker bergabung dan menjalankan kewajiban seperti anggota AREBI lainnya, termasuk membayar pajak,” Kata Darmadi di Jakarta, awal januari 2013.

            Rendahnya dukungan pemerintah dalam mendorong bisnis ini tumbuh lebih sehat sangat disayangkan oleh Darmadi. Padahal Kalau bisnis broker properti berkembang pesat, Pemerintah juga akan mendapatkan keuntungan.

            “Kalau regulasi dan penegakan hukum dapat berjalan dengan baik, dimana asosiasi dapat berfungsi dengan baik, maka dapat membantu pemerintah dalam memberikan data rinci para broker di Indonesia.Data tersebut akan memudahkan pemerintah menarik pajak dan menjamin keamanan konsumen properti,”tegasnya.

            Senada dengan Darmadi , wakil ketua DPP AREBI, Hendry Tamzel mengingatkan agar pemerintah tidak memandang sebelah mata sector ini. Pertumbuhan bisnis jasa broker properti yang begitu pesat dalam tiga tahun belakangan ini berjalan tanpa dukungan signifikan dari pemerintah.

            Sebenarnya Surat Izin Usaha Perdagangan  Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIUP-P4) sudah memberikan setitik harapan. Tetapi dalam perjalanan regulasi ini terhambat dengan aturan – aturan teknis.Pembuatan kebijakan kurang memahami mengenai bisinis broker properti.

            Sejauh ini, Kehadiran SIUP-P4 terasa terlalu rumit. Belum lagi pengalihan tanggung jawab dari kementerian Perdagangan ke BKPM dalam menangani SIUP-P4 tersebut,menunjukkan rumitnya birokrasi di Indonesia.

            Hal ini mengakibatkan sulitnya pengurusan perizinan untuk membuka kantor broker properti secara resmi. Misalnya salah satu persyaratannya harus menyertakan Analisis Dampak Lingkungan Hidup ( Amdal ) untuk membuat Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti ( SIUP-P4). Sementara seperti yang diketahui kebanyakan kantor Broker itu berada di Area pertokoan dan perkantoran yang dibangun sudah dengan amdal.

            Selain masalh di atas, Broker properti dalam negeri juga diresahkan oleh banyak developer dan broker asing terutama dari Singapura dan Malaysia yang menawarkan properti ke konsumen di Indonesia. Mereka secara bebas berpameran di hotel-hotel,tanpa ada sanksi apa-apa. Padahal itu jelas-jelas melanggar hukum,namun dibiarkan saja.

            Oleh sebab itu, AREBI mendesak pemerintah agar jangan gampang membuka keran kepada perusahaan asing yang mengambil konsumen local di  sector properti.”Pemerintah jangan terlalu gampang buka keran tapi harus lihat dulu kesiapan kita,”tandas Darmadi.

2013 tumbuh 15 persen

            Pertumbuhan bisnis properti tampaknya akan berlanjut di tahun 2013. Permintaan terhadap produk residensial (landed house dan apartment) diprediksi akan meningkat tajam.

            Meski gonjang – ganjing pemilu 2014 diperkirakan mulai terjadi di semester kedua 2013, namun beberapa kalangan tetap optimis, pasar properti di tahun 2013 khususnya rumah tinggal yang harganya dibawah Rp.500 juta akan menjadi pasar terbesar di sector perumahan, yang totalnya mencapai 60 persen.

            Pendapat ini disampaikan oleh pengamat properti Panangian Simanungkalit dan ketua umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso dalam sebuah diskusi bertajuk , “Tantangan dan Peluang Bisinis Properti 2013” di Jakarta beberapa waktu lalu.

            Disamping itu permintaan di pasar apartemen masih akan melonjak. Karena selain dijadikan tempat tingggal didalam kota, apartemen banyak diminati karena menjanjikan capital gain tinggi.

            “Pasar apartemen strata title yang seharga Rp.600 juta/umit akan menguasai pasar apartemen sekitar 70%. Selain itu, kantor Strata title di kawasan CBD dan di luar CBD masih akan meramaikan pasar properti di tahun 2013,”kata Panangian.

            Secara keseluruhan, dia memprediksi pasar properti rumah tinggal, apartemen dan perkantoran dan pusat perdagangan strata title masih akan meningkat di 2013 sekitar 8 – 12 % baik dari harga maupun tingkat sewa.

            Karena itu Panangian memperkirakan Industri properti tahun 2013 akan terus meningkat , paling tidak sama seperti sekarang, sekitar 13-15%.Kondisi ini akan terjadi kalau stabilitas ekonomi, politik dan keamanan dalam negeri dapat terus dijaga.

            Agar pertumbuhan sector bisnis proprti terjadi, dia menyarankan supaya pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan uang muka ( down payment/DP) sebesar 30%. Sebab ketentuan Bank Indonesia (BI) soal minimal uang muka (DP) KPR 30% untuk rumah minimal tipe 70 m2 dianggap tak tepat.Seharusnya ketentuan itu berlaku berdasarkan harga rumah yaitu minimal Rp 1 Miliar.

            Ia mengatakan, alasan pemerintah yang menyatakan kebijakan tersebut itu untuk mencegah spekulan, adalah salah. Pasalnya konsumen yang dikenakan loan to value saat ini adalah end user, atau pengguna , bukan konsumen investor yang yang berspekulasi.

            Hal senada disampaikan Setyo Maharso. Bahwa akan lebih adil jika aturan kenaikan batas minimal uang muka KPR berdasarkan harga, bukan luas bangunan. :Rumah, pada tiap wilayah harganya beda.Kalau di Jakarta tipe 45, tapi harga yang sama di daerah dapat rumah yang lebih luas,”tegasnya.

                   “LTV berdasarkan luasan, tidak adil.Pakai harga saja, Misalkan Rp. 1 Miliar.Atau rumah kedua, itu baru fair.Kan kelas menengah juga terus tumbuh,” jelas Setyo.(Erlan Kallo)

sumber : copas http://propertimedia.com

Toko Online – WordPress Theme (WP Grosir)

Copas dari om Agung.

 

Bila riwayat perkembangan Ecommerce WordPress Themes buatan Virtarich ditinjau, barangkali WPGrosir merupakan Toko Online WordPress Theme yang paling sempurna yang pernah diciptakan Virtarich, karena kehebatan WPGrosir tidak lepas dari pengalaman pembuatnya sendiri yang terus bertambah.

Hal ini terlihat dari evolusi WP-Toko ke Virtamart hingga yang terakhir WPGrosir, yang memperlihatkan desain dan fitur-fitur yang terdapat di WPGrosir yang sudah tidak asing di benak para pengguna Theme dari Theme-ID.

Karena memang desain dan mayoritas fitur-fitur canggih yang ada di WPGrosir WordPress Theme ini merupakan gabungan dari fitur-fitur unggulan dari Theme pendahulunya, seperti:

  1. Responsive Toko Online Themes yang sudah menggunakan HTML5 dan CSS3
  2. Cara Posting Produk Sangat Mudah
  3. Welcome Popup Overlay
  4. Support Ongkos Kirim JNE Berdasarkan Kecamatan
  5. Support Posting Produk Size
  6. Google Rich Snippets
  7. Tombol Beli yang langsung tertuju ke overlay untuk Fast Order by Phone & SMS, dan bila pembeli tidak melakukan Fast Order, maka pembeli akan diarahkan menuju ke halaman detail produk dimana order bisa menggunakan Shopping Cart
  8. Ready Produk Rating
  9. Form Testimoni
  10. Banner Slider
  11. Hoverzoom ProdukHoverzoom Produk
  12. Invoice ID
  13. Produk Pilihan
  14. Unlimited Custom Color
  15. Custom Header
  16. Custom Background
  17. Ready Widget
  18. Download Katalog
  19. Cek Ongkir
  20. Dan masih banyak lagi
Demo: http://wpgrosir.com/

Semoga WPGrosir ini dapat memaksimalkan penghasilan Anda dalam berjualan secara online, sebagaimana Virtarich memaksimalkan Theme WPGrosir agar bisa memenuhi kebutuhan para pengguna theme-nya.

sumber : blogspot om Agung

Format Tanggal dan Angka Mail Merge Microsoft Word

Untuk menggunakan format tanggal Indonesia pada Mail Merge, maka caranya pada field tanggal di klik kanan, pilih Edit field… sampai muncul kotak dialog berikut :

ubah format tanggal sesuai gambar

kemudian pada menu Review, pilih Set Language

ubah ke Indonesia

untuk format angka desimal, caranya hampir sama :

1. Klik Kanan field yang akan di ubah format angkanya

2. Klik Edit field ….

mail_merge5

3. klik Field Codes

mail_merge6

4. klik options …..

mail_merge8

5. tulis kode \#, ##,##

Semoga bermanfaat

sumber : rudydwihartono.wordpress.com

Fungsi TERBILANG pada Excel

Sebenarnya tidak ada perbedaan mendasar penggunaan Fungi Terbilang di Microsoft Excel 97-2003 dengan Ms. Excel 2007 atau Excel 2010. Hanya saja karena perbedaan tampilan yang terkadang membingungkan para penggunanya.
.
Berikut adalah langkah-langkah membuat fungsi terbilang di Excel 2007 maupun Excel 2010, tetapi fungsi terbilangnya dibandingkan tulisan terdahulu, kali ini angka terbilangnya hingga dua digit dibelakang koma (sen).
.
Misalnya ketika kita menuliskan angka Rp. 25.560.500,34 di sel A1, maka di sel B1 jika menggunakan rumus =terbilang(A1); maka hasil terbilangnya menjadi Dua Puluh Lima Juta Lima Ratus Enam Puluh Ribu Lima Ratus Rupiah, Tiga Puluh Empat Sen.
 
Adapun langkah-langkahnya untuk membuat rumus tersebut pada Office Excel 2007 dan Excel 2010, adalah:
  1. Pertama-tama download file terbilang.xla yang merupakan excel add ins klik disini
  2. Simpan file tersebut pada lokasi yang tidak berubah-ubah atau tetap, misalnya di C:\WINDOWS, jangan lupa di extrak menjadi file biasa (terbilang.xla) jangan dalam bentuk rar atau zip.
  3. Buka program Microsoft Excel 2007 dan klik gambar windows bulat (Office button) paling kiri atas kemudian klik Excel Option di bagian bawah, bagi yang memakai Microsoft Excel 2010 klik File lalu Options.
  4. Lalu klik Add-Ins dan klik Go, maka akan tampil jendela pop up Add-Ins, 5. Klik Browse, lalu cari file terbilang.xla hasil download yang telah di simpan di C/windows hasil ekstak tadi. 6. Setelah berhasil maka dalam pop up Add-Ins akan bertambah menu terbilang seperti gambar dibawah ini.

Jika berhasil anda dapat menggunakan fungsi tersebut seperti contoh diatas. Misalnya tuliskan angka di sel A1 2345000,45 lalu di sel B1 tuliskan rumus =terbilang(A1) maka nanti akan mendapatkan hasil terbilangnya menjadi DUA JUTA TIGA RATUS EMPAT PULUH LIMA RIBU RUPIAH, EMPAT PULUH LIMA SEN.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

sumber :

  1. aditzone.com
  2. ujungkelingking.blogspot.com
  3. dykrullah.com
  4. komputermedia.com

Fungsi VLOOKUP pada Excel

Mengenal Formula pada Excel – Part 24: Fungsi VLOOKUP (id-ID)

VLOOKUP termasuk kedalam salah satu fungsi yang paling banyak digunakan dalam aplikasi Excel. Sesuai dengan nama dasarnya yaitu lookup yang bisa diartikan melihat atau mencari, maka fungsi ini akan menghasilkan suatu formula untuk mengisi data pada tabel berdasarkan data pada tabel lainnya atau tabel referensi tertentu dengan menggunakan suatu nilai kunci yang spesifik.

Awalan huruf V didepan kata lookup merupakan singkatan dari kata Vertical. Istilah vertical ini merujuk pada bentuk tabel referensi yang digunakan, dimana judul kolomnya terletak dibagian atas dan data-datanya tersusun kebawah secara vertikal.

Contoh sebuah tabel vertical ini bisa dilihat pada gambar berikut ini.

Aturan penulisan VLOOKUP mungkin bisa dibilang agak rumit bagi yang baru saja mempelajari penggunaan formula pada Excel. Namun jika sudah terbiasa, aturan ini sebetulnya bisa dibilang sederhana, yaitu:

=VLOOKUP(nilai_kunci;range_tabel_referensi;no_index_kolom;tipe_data)

Penjelasan aturan penulisan tersebut sebagai berikut:

  • nilai_kunci: Adalah nilai yang dijadikan acuan untuk membaca tabel referensi. Nilai ini harus ada baik pada tabel yang akan diisi maupun pada tabel referensi.
  • range_tabel_referensi: Adalah range dari tabel yang berisikan data referensi untuk mengisi hasil yang diharapkan. Pastikan bahwa range yang Anda pilih tidak menyertakan judul kolomnya.
  • no_index-kolom: Adalah nomor urut data dalam tabel referensi yang akan dituliskan hasilnya. Dimulai dari kolom paling kiri pada tabel referensi tersebut dengan nomor index 1, dan seterusnya.
  • tipe_data: Ada 2 jenis tipe data yaitu TRUE dan FALSE. Nilai TRUE Anda gunakan jika nilai datanya tidak pasti atau berada pada range tertentu dan nilai FALSE Anda gunakan jika nilai data berharga pasti.

Agar lebih jelas bagaimana cara menggunakan fungsi VLOOKUP ini, perhatikan contoh berikut ini.

Pada contoh tersebut terdapat 2 buah tabel. Data pada tabel Laporan Penjualan jelas akan selalu bertambah tiap harinya. Setiap kali ada pembeli maka Anda tinggal mengisikan data tanggal, nama pembeli serta kode voucher-nya. Sementara data Voucher serta Harga akan terisi secara otomatis tiap kali Anda mengisikan data pada kolom Kode. Pengisian data secara otomatis ini bisa dicapai dengan melihat tabel referensi yaitu tabel Stok Gudang dan tentunya dengan menggunakan formula VLOOKUP.

Langkah pertama akan diisi dahulu data pada tabel Voucher yaitu data pada sel E12. Untuk mempermudah pembahasan, aturan penulisan VLOOKUP kembali dituliskan sebagai berikut:

E12=VLOOKUP(nilai_kunci;range_tabel_referensi;no_index_kolom;tipe_data)

nilai_kunci yang digunakan adalah data pada kolom Kode dalam tabel Laporan Penjualan, yaitu sel D12. Alasannya karena Voucher akan bisa terisi dengan bersandar pada data dalam kolom Kode tersebut.

Dengan demikian formulanya menjadi:

E12=VLOOKUP(D12;range_tabel_referensi;no_index_kolom;tipe_data)

Kemudian range_tabel_referensi jelas adalah range data pada tabel Stok Gudang yaitu B4:D7.

Dengan demikian formulanya menjadi:

E12=VLOOKUP(D12;B4:D7;no_index_kolom;tipe_data)

no_index_kolom Anda tentukan dengan melihat didalam range_tabel_referensi. Dalam hal ini Anda akan mengisi data pada kolom Voucher maka Anda lihat data untuk Voucher tersebut didalam range_tabel_referensi berada pada kolom keberapa?

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa data yang akan diambil berada pada kolom ke-2, maka no_index_kolom yang digunakan adalah 2. Dengan demikian formulanya menjadi:

E12=VLOOKUP(D12;B4:D7;2;tipe_data)

Yang terakhir adalah tipe_data. Disini yang akan digunakan adalah FALSE. Penjelasannya adalah karena data tersebut bersifat pasti, misalnya kode S sudah pasti untuk Simpati, kode E sudah pasti untuk Esia, dan demikian seterusnya. Dengan demikian formula lengkap untuk mengisi data pada kolom Voucher tersebut adalah:

E12=VLOOKUP(D12;B4:D7;2;FALSE)

Untuk mengisi data pada sel selanjutnya yaitu sel E13 dan E14 seperti biasanya Anda dapat menggunakan Auto Fill. Namun perhatikan bahwa tabel referensi yang menjadi acuan memiliki range alamat sel yang statis alias tetap. Oleh karenanya, sebelum Anda menjalankan proses Auto Fill maka Anda harus mengunci terlebih dahulu range tabel referensi tersebut agar menjadi sel yang absolut. Hingga formulanya akan menjadi:

E12=VLOOKUP(D12;$B$4:$D$7;2;FALSE)

Dan proses Auto Fill kini dapat dijalankan untuk mengisi data pada sel-sel berikutnya.

Berikutnya, bagaimana mengisi data pada kolom Harga yaitu sel F12 hingga F14? Formula yang digunakan tentunya tetap sama hanya saja no_index_kolom yang berbeda yaitu 3 karena data yang akan diisikan diambil dari kolom ke-3 pada tabel referensi.

Dan berikut ini formula yang digunakan setelah menggunakan sel absolut untuk range tabel referensinya.

F12=VLOOKUP(D12;$B$4:$D$7;3;FALSE)

Pada contoh diatas Anda telah melihat penggunaan tipe data FALSE yaitu tipe data yang pasti. Untuk tipe data TRUE aturan penulisan formula-nya tetap sama, hanya saja data yang akan diisikan adalah data yang tidak pasti atau berada pada range tertentu. Contoh untuk penggunaan tipe data TRUE ini bisa dilihat pada tabel berikut ini.

Anda harus mengisikan formula VLOOKUP pada kolom Nilai dalam tabel Daftar Nilai Siswa, yaitu sel E13 hingga sel E15. Nilai yang akan diisikan tersebut mengacu pada range tertentu dalam tabel referensi, yaitu:

  • Nilai E: Score 0 s/d 39
  • Nilai D: Score 40 s/d 59
  • Nilai C: Score 60 s/d 79
  • Nilai B: Score 80 s/d 89
  • Nilai A: Score 90 s/d 59

Kondisi ini jelas menggambarkan sebuah data yang tidak pasti oleh karenanya tipe data yang digunakan adalah TRUE. Dan formula akhir yang digunakan adalah sebagai berikut.

=VLOOKUP(D13;$B$4:$C$8;2;TRUE)

Yang harus Anda perhatikan untuk tipe data TRUE ini adalah urutan data pada tabel referensi harus menaik atau tersusun dari data terkecil hingga data terbesar.


Mengenal Formula pada Excel
Daftar Artikel:

Bookmark and Share

Categories

Archives

GeoCounter

Blog Stats

  • 99,543 hits

Biorhythm Calculator

BIZ information

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 142 other followers

%d bloggers like this: