Archive

Archive for the ‘information technology’ Category

Mengapa Facebook Haram….

May 29, 2009 chris'Gallery 1 comment

Sudah mucul wacana yang berasal dari ulama di #### ##### bahwa Facebook diharamkan. Tentunya wacana ini agak mengagetkan para Facebooker di tanah air. Namun sebenarnya kita harus bisa intropeksi diri mengapa wacana ini bisa muncul.

Read more…

Meski Krisis, Harga Laptop Masih Terjangkau

| Azis Husaini | Fransiska Firlana | Gloria Haraito |
Kontan – Minggu, 24 Mei 2009

PARA pekerja kantoran hingga kalangan pebisnis semakin membutuhkan fungsi laptop atau notebook. Maklum, dengan menenteng laptop, tak cuma gengsi yang mereka dapat. Komputer jinjing ini juga membantu para pekerja maupun pebisnis menyelesaikan pekerjaan mereka.

Fungsi laptop dalam dunia bisnis memang penting, apalagi untuk pebisnis yang mempunyai mobilitas tinggi. Pabrikan pun sudah melengkapi produk laptop mereka dengan berbagai fitur agar penggunanya lebih mudah melakukan presentasi, menampilkan data, atau sekadar untuk meng-up date berita terbaru serta membuka e-mail.

Read more…

Harga Laptop Kian Murah!

| Dessy Rosalina |
Kontan – Sabtu, 16 Mei 2009

Netbook LENOVOKABAR bagus bagi Anda yang ingin membeli laptop alias notebook. Beberapa gerai sedang mendiskon produk laptop sejumlah merek. Merek Lenovo, misalnya. Harga Lenovo IdeaPad Y430, didiskon dari Rp 9,9 juta menjadi Rp 8,3 juta. Lenovo IdeaPad Y430 dilengkapi intel core2 Duo processor T5900. Harga Lenovo IdeaPad G530 juga turun dari US$ 529 jadi US$ 499. Diskon berlaku di seluruh gerai resmi Lenovo sampai 22 Mei 2009.

Ada lagi merek Axioo. Jenis Zetta MNS 4222, turun harga dari Rp 12,3 juta jadi Rp 10,8 juta. Jenis Pico DJJ 615, dari Rp 4,8 juta jadi Rp 4,5 juta. Ini berlaku sampai 31 Mei 2009 di ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan, dan WTC Matahari, Serpong.

PC MEDIA ANTIVIRUS (PCMAV) 2.0 Valkyrie Final Release

March 27, 2009 chris'Gallery 2 comments

pcmav-valkyrie

Penasaran dengan PCMAV 2.0 Valkyrie…

Coba download dan install PCMAV terbaru, auto update jika kita tersambung langsung ke internet.

download

Notebook…

notebook

Sekedar untuk compare aja. Dari data di Bhinneka.com ada beberapa produk yang ditawarkan dengan harga yang menawan.

Kalau pingin netbook / notebook mini dengan layar 10 inch ataupun layar 12-14 inch ada beberapa pilihan berikut.

Boleh juga donk inform ke blog ini kalau ada yang udah compare di dealer notebook, Mangga Dua atau Ambassador.

Thx sebelumnya…

eof.

HP 1000 Mini Note

hp_mini_1000_viviennetam1Yang pernah baca artikel tentang Advan dan EEE dengan processor Atom N270, tidak ada salahnya membandingkan juga dengan produk dari HP (limited edition).

Spec detailnya bisa klik di HP Mini Note

Categories: information technology Tags: , , ,

Smart vs Speed-up

March 17, 2009 chris'Gallery 5 comments

speed-up-cdma1Speed-up

smart-haier-d1200p2Smart

Paket Speed-up SU-6200U mempunyai kecepatan yang lumayan bagus. Bagi mereka yang sudah mencoba dengan paket Speed-up (yg dibundle dengan Fren, Star One ataupun Esia), tidak ada salahnya mencoba dan membandingkannya dengan produk terbaru dari Smart Paket Haier D1200P.

Uji coba yang dilakukan dengan menggunakan Speedtest.net dengan menggunakan notebook yang sama dan waktu yang hampir bersamaan, hasilnya untuk download:

  • Speed-up (starone) = 133 kbps
  • Smart = 134 kbps

Sedangkan untuk upload:

  • Speed-up (starone) = 71 kbps
  • Smart = 69 kbps

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kecepatannya relatif sama. Namun apabila ditilik dari harganya, tidak ada salahnya kita mencoba produk baru dari Smart Telecom tersebut yang dibandrol dengan harga Rp333.000,-.

Harga ini lebih murah dibandingkan dengan harga Speed-Up yang dibandrol dengan harga di kisaran Rp625.000,-.

.

catatan:

Coba lihat juga artikel di blog berikut untuk mengetahui tingkat kecepatan dan tarif pada paket Speed-Up dengan berbagai kartu pendukung di alamat ini.

http://riyogarta.com/2008/03/08/su-6200u-fren-vs-esia-vs-starone/

http://www.smart-telecom.co.id/consumer/prepaid_promo.php

eof.

Kemajuan TI Cenderung Membentuk Watak Egois

05/03/09 22:22

Semarang (ANTARA News) – Kemajuan teknologi informasi (TI) memunculkan kekhawatiran sejumlah pihak karena cenderung melahirkan orang-orang yang berwatak egois dan individualistis.

“Bahkan, dalam beberapa hal mereka tidak memiliki wajah yang humanis,” kata Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES), Dr. Nugroho pada seminar Nasional “Pendidikan Humanisme” di Balai Kota Semarang, Kamis.

Ia menganggap, kemajuan teknologi TI yang begitu kuat merambah dunia pendidikan memang banyak sisi positif yang dapat dipetik untuk meningkatkan mutu dan perluasan jangkauan pendidikan.

Bahkan, di era TI berbagai informasi dan kebenaran ilmiah dapat diakses secara lebih cepat, akurat, dan tanpa kehadiran para guru.

Padahal, pada era pembelajaran konvensional, guru menjadi tokoh sentral.

Akhirnya, memunculkan kegamangan peran guru nantinya benar-benar akan diambil alih atau mengalami deligitimasi karena kehadiran TI.

Dari sisi output, kata dia, juga memunculkan kehawatiran serupa bahwa pendidikan yang ada akan melahirkan orang-orang yang cenderung egois tak menunjukkkan wajah yang humanis.

Mereka cenderung berwajah kasar dan suka memamerkan kekerasan seperti aksi kekerasan yang terjadi di sejumlah sekolah.

“Cara berfikir yang sederhana ini dihubungkan dengan dampak negatif dari kemajuan TI yang cenderung nir perasaan,” ujarnya.

Untuk membentuk pendidikan yang humanis, katanya, guru harus memiliki pengetahuan yang luas dan harus mampu memainkan peran sebagai sumber klarifikasi nilai dan peneguhan nilai-nilai humnais.

“Setidaknya, guru yang demikian dapat membantu siswa menghadapi nilai-nilai kehidupan yang selalu tidak sejalan dengan nilai-nilai humanis,” jelasnya.

Selain itu, pendidikan moral dapat diajarkan melalui studi sejarah, supaya tidak mengulangi kesalahan.

Guru juga dituntut mampu menjadi pengembang kurikulum, kombinasi pembelajaran, dan pengembang alat evaluasi yang sebenarnya.

Pendapat berbeda diungkapkan pembicara lain, Maryanto, Pembantu Rektor III IKIP PGRI Semarang mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas guru sebanding dengan kemajuan TI mengalami kendala.

Ia mengatakan, tenaga pendidik yang ada sekarang sekitar 63 persen belum memiliki kualifikasi akademik S1 atau D4.

Selain itu, banyak guru yang berkompetensi rendah, mengingat belum semua guru mendapatkan program peningkatan kompetensi.

Padahal standar guru bermutu harus memiliki keunggulan mental, akademik, kompetensi sosial, dan kesejahteraan.

“Pada era kemajuan teknologi seperti sekarang, pendidik harus mampu mengantisipasi perubahan, bukannya alergi atau menjadi korban perubahan,” ujarnya.

Pemerintah dituntut untuk ikut bertanggungjawab terhadap pendidik yang kurang mampu menjadi mampu sesuai tuntutan kemajuan teknologi.

Untuk merealisasikan hal itu, pemerintah harus memfasilitasi beasiswa, pelatihan TI, seminar, saranan, kebijakan yang cerdas, dan rendah hati.

“Guru juga harus merespon dengan meneruskan kuliah lanjutan, mengingat kemajuan merupakan kebutuhan,” katanya.(*)

COPYRIGHT © 2009