Kavling Industri
Banyak investor yang mulai melirik kembali Kawasan Industri Pulogadung (KIP). Bukan hanya lokasinya saja yang dekat dengan pusat pemerintahan, tetapi juga kemudahan akses ke bandara, pelabuhan Tanjung Priok dan infrastruktur lainnya yang turut mendukung.
Investor yang terlanjur meninggalkan KIP dan merelokasi usahanya ke daerah Cikarang dan sekitarnya harus berfikir ulang. Beberapa masalah yang sering dihadapi adalah:
- tenaga kerja
- trasportasi
- tempat tinggal bagi karyawan
- jangkauan ke lokasi distribusi terutama di Jakarta
Sebagai contoh tenaga kerja. Agak sulit untuk mendapatkan tenaga kerja berpengalaman seperti di Jakarta, belum lagi masalah gaji dan fasilitas pendukungnya.
Transportasi. Paling tidak perusahaan harus menyediakan kendaraan antar jemput untuk karyawan yang tinggal di Jakarta misalnya, untuk selanjutnya dijemput bersama dengan rombongan karyawan lainnya.
Tempat tinggal karyawan. Bagi mereka yang tinggal di dekat lokasi pabrik tidak menjadi masalah. Untuk yang tinggal di luar lokasi, harus disediakan mess atau rumah tinggal. Ini merupakan masalah baru diluar dari pekerjaan utamanya yang harus dilakukan.
Lokasi distribusi menjadi masalah baru. Paling tidak mereka harus punya lokasi di Jakarta untuk distribusi Jakarta misalnya. Belum lagi kalau harus dikirim ke luar Jawa melalui pelabuhan Tanjung Priok. Berapa besar biaya yang harus ditanggung apabila barang yang dikirim harus menginap dulu di pelabuhan. Biaya operasionalnya bisa membengkak.
Kesimpulan saat ini yang dapat diambil:
- Lokasi di KIP masih potensial untuk dilirik.
- Kavling yang tersedia juga tidak terlalu mahal, dibandingkan dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.
- Kecepatan akses dan distribusi masih bisa dipertimbangkan.
eof.
Recent Comments