Archive

Archive for the ‘counseling’ Category

Observasi Multiple Intelligence

Oleh: Charlotte Priatna, SPd

B erikan tanda (V) jika sesuai atau tampak berlaku pada anak Anda dalam penjabaran ini dan tambahkanlah kemampuan serta kelemahan lainnya yang nampak dalam delapan variasi kecerdasan di bawah ini. Hindarilah godaan untuk mengkategorikan anak Anda ke dalam salah satu kategori karena sesungguhnya setiap anak memiliki 8 jenis kecerdasan tersebut, hanya saja penekanannya berbeda-beda.

Read more…

Test Multiple Intelligence

Oleh: Charlotte Priatna, SPd

B erikut ini terdapat sejumlah pernyataan. Anda diminta untuk memberikan nilai pada masing-masing pernyataan, sesuai dengan gambaran diri anda.

Penilaian:
0: jika pernyataan tersebut sangat tidak menggambarkan diri anda.
1: jika pernyataan tersebut tidak menggambarkan diri anda.
2: jika pernyataan tersebut sedikit menggambarkan diri anda.
3: jika pernyataan tersebut kurang lebih / kira-kira menggambarkan diri anda.
4: jika pernyataan tersebut menggambarkan diri anda.
5: jika pernyataan tersebut sangat menggambarkan diri anda.

Read more…

Multiple Intelligences #2

Oleh: Charlotte Priatna, SPd

Tidak ada anak bodoh, temukan kecerdasannya!

Apakah Kecerdasan Itu?

  • Kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap
  • Ia bagaikan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan
  • Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan suatu masalah; kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan; kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan suatu pelayanan yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat (Howard Gardner)
Tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan.

Multiple Intelligences
Melalui pengenalan akan Multiple Intelligences, kita dapat mempelajari kekuatan / kelemahan anak dan memberikan mereka peluang untuk belajar melalui kelebihan-kelebihannya.

Tujuan: anak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi dunia, bekerja dengan ketrampilan sendiri dan mengembangkan kemampuannya sendiri.

Read more…

Multiple Intelligences #1

Kamis, 19-04-2007 09:11:45 oleh: Riyadi Mandola
Kanal: Iptek

Setiap orang memilki kecerdasan yang berbeda. Prof. Howard Gardener seorang ahli riset dari Amerika mengembangkan model kecerdasan “multiple intelligence”. Multiple intelligence artinya bermacam-macam kecerdasan. Ia mangatakan bahwa setiap orang memilki bermacam-macam kecerdasan, tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda. Yang di maksud kecerdasan menurut Gardener adalah suatu kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuhkembangkan.

Menurut Howard Gardener dalam setiap diri manusia ada 8 macam kecerdasan, yaitu:

ADAB MENDENGAR AZAN

February 11, 2009 chris'Gallery Leave a comment

From: Hendra Wirawan <hendra.wirawan@rcti.tv>
Subject: RE: ADAB MENDENGAR AZAN
To: auria_okt@yahoo.com
Date: Friday, February 6, 2009, 4:23 AM

Semoge bermanfaat…
ADAB MENDENGAR AZAN

Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Coba kita amati. Mengapa kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal,  tidak dapat berkata apa-apa.. , lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan ’sakaratul maut’.

Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: “Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. “Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang. Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati  azan. Banyak fadhilatnya. Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri.

Mengapa ketika azan kita  harus  mendiamkan diri? Lantas siapa yang berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak. Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah “Lailahaillallah. .” yang mana siapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut. “Ya Allah!  Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia,  lancarkan lidah kami  mengucap kalimah “Lailahaillallah. .” semasa sakaratul  maut menghampiri  kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal a’lamin..”

WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.;
Wahai Ali, bagi orang ‘ALIM itu ada 3 tanda2nya:

  1. Jujur dalam berkata-kata.
  2. Menjauhi segala yg haram.
  3. Merendahkan diri.

Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda2nya:

  1. Merahasiakan ibadahnya.
  2. Merahasiakan sedekahnya.
  3. Merahasiakan ujian yg menimpanya.

Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda2nya:

  1. Takut berlaku dusta dan keji.
  2. Menjauhi kejahatan.
  3. Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.

Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:

  1. Mengawasi dirinya.
  2. Menghisab dirinya.
  3. Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

Uang RM50 atau S$50 kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak derma masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa  esupermarket. 45 minit terasa terlalu lama untuk berzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan bola sepak.

Semua insan ingin memasuki syurga tetapi tidak ramai yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk memasukinya.

Kita boleh mengirimkan ribuan ‘jokes’ dan ‘ surat berantai’ melalui e-mail tetapi bila mengirimkan yang berkaitan dengan ibadah seringkali berfikir 2 atau 3 kali……FIKIRKAN LAH…

Categories: counseling Tags: , , ,

PAS TERTAWA, PAS MENANGIS

November 10, 2008 naroe Leave a comment

Manusia hendaknya selalu bercermin sebagai langkah introspeksi diri. Dan ketika bercermin, cobalah untuk tertawa yang pas dan menangis yang pas. Karena sebaik-baiknya urusan ada ditengah-tengah!
Mengapa Tertawa dan Mengapa pula Menangis…?
Tertawalah untuk mengingat KEBODOHAN-KEBODOHAN yang engkau pernah perbuat namun engkau merasa PINTAR!
Menangislah kala menyadari kesalahan-kesalahan yang pernah Engkau perbuat.
Maka jadikanlah Tawa dan Tangis-mu untuk selalu memperbaiki diri di jalan ALLAH SWT.

siraman rohani & buka puasa bersama

September 19, 2008 chris'Gallery Leave a comment

Kamis, 18 September 2008, Keluarga Besar JIEP menyelenggarakan buka puasa bersama di Ruang Pola dengan didahului ceramah & siraman rohani oleh Ust. Satiri Lc. Sebenarnya fokus dari acara tersebut bukanlah makan / buka bersama, tetapi lebih kepada siraman rohaninya. Fokus dari acara ini banyak yang menyalahartikan sehingga banyak dari karyawan / karyawati yang karena sesuatu hal tidak bisa menghadiri acara ini.

Bimbingan rohani semacam ini sekaligus juga sebagai ajang silahturahmi antar sesama karyawan. Silahturahmi bisa dikatakan acara langka untuk kondisi kantor saat ini. Acara ini memang harus terus digalang, bukan berarti apabila kantor tidak menyelenggarakan, kita tidak bisa mengadakan acara silahturahmi. Secara tegas dapat saya katakan, “BISA”. Ini bukan masalah bisa atau tidak, tetapi mau atau tidak mau kita mengadakan silahturahmi.

Prinsipnya bahwa silahturahmi itu menurut pandangan saya adalah wajib. Selain sebagai ajang sosialisasi, juga untuk mengetuk seberapa kepedulian kita terhadap sesama. Bisa dibayangkan apabila situasi kerja di kantor ini tanpa ada tegur sapa diantara sesama karyawan. Komunikasi antar karyawan tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Dan sudah dapat ditebak ujung dari kondisi semacam ini, cepat atau lambat akan terjadi chaos.

eof.

Categories: counseling Tags: , ,

Dakwah sebagai Sarana Penyampai Tuntunan

September 11, 2008 chris'Gallery Leave a comment

Di Bulan Ramadhan ini banyak acara yang dikemas media untuk menyampaikan ajaran / tuntunan agama. Mulai dari dakwah keagamaan, komedi, quiz, bincang-bincang, dan masih banyak lagi.

Dalam satu paket acara, salah satu pembicara di TV menyampaikan bahwa paket dahwah tersebut untuk tidak digabung dengan acara komedi. Apabila acara ini digabung maka unsur dakwah yang notabene adalah sebagai penyampai tuntunan akan tersamarkan dengan acara komedi (tontonan).

Jadi alangkah baiknya apa yang telah dikemas dalam paket acara dakwah (tuntunan) tersebut memang benar-benar diarahkan untuk pembentukan nilai-nilai keimanan kita, bukan sebagai tontonan yang pada akhirnya hanya sebagai hiburan.

Memang… dalam penyampaian tuntunan tersebut perlu dikemas dalam nuansa yang mengandung unsur keindahan atau seni, agar hidup ini juga terasa lebih indah…