Senyum…
Jakarta, 10 Juni 2009
Senyum kadang punya makna tersendiri. Bisa senyum manis, sinis atau masa bodo. Tetapi untuk anak kecil, dia masih belum bisa bohong. Senyumnya adalah senyum penuh ketulusan.
Contohnya saja untuk bisa melihat senyum anakku, cukup dengan melihat fotonya. Itulah senyum ketulusan dia. Tanpa harus disuruh untuk ramah ataupun berpura-pura ramah.
Tapi untuk lebih bisa merasakan arti senyumnya, candanya dan segala tingkah lakunya, aku harus sabar untuk bisa ketemu. Kenapa?! Dia sedang di rumah neneknya.
Si kecil yang lucu…
Baru hari ini dia bangun tidur tak menangis. Biasanya langsung menangis sepuasnya dan baru berhenti saat dikasih sebotol susu. Tadi pagi bangun langsung liatin neneknya dan diam.. Sebentar-sebentar liat botol susu kosong yang ada di meja dekat tempat tidur. Aduh… kasihan anakku, minta susu saja sekarang gak mau nangis lagi..
Setelah dikasih sebotol susu, dia melihat yang kasih dia susu dan tidak lupa dibalasnya dengan senyum. Senyumnya kembali terlihat. Senyum anak kecil yang tulus. Mungkin dalam hatinya dia berkata, “terima kasih yaa”.
Recent Comments