Home > life style > Pemandangan Alam Pedesaan

Pemandangan Alam Pedesaan

illustrasi_dpn_kapok_tree1Menyuplik gambar dari situs BI, mengingatkan pada sebuah desa kecil dimana saya dilahirkan. Perjalanan menuju kota seakan jauh dan tak berkesampaian.

Perjalanan menuju sebuah harapan dan keinginan untuk mempertahankan hidup dan mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Tapi itulah pemandangan yang memberikan inspirasi untuk tetap survive. Apalagi dalam kondisi gejolak ekonomi yang berdampak pada kehidupan kita seperti saat ini. Dengan berbekal kemauan dan tekad itulah sampai saat ini aku masih tetap mencari jalan…

Jalan untuk mencari nafkah menuju penghidupan yang lebih baik, dan jalan mengikuti petunjukNya dalam menghadapi kehidupan duniawi dan kehidupan setelah mati…

eof

Categories: life style Tags: , ,
  1. January 27, 2009 at 10:49 am | #1

    Hm..tentang perjalanan dalam kehidupan ya?
    Saya termasuk yang tertarik juga dengan topik ini.

    Perjalanan menuju sebuah harapan dan keinginan untuk mempertahankan hidup [...]

    Yeah, i like this one..
    Bisa jadi semacam motto hidup.

    Jalan untuk mencari nafkah untuk penghidupan yang lebih baik, dan jalan mengikuti petunjukNya dalam menghadapi kehidupan duniawi dan kehidupan setelah mati…

    Ah, seandainya saja kedua-duanya bisa selalu dilaksanakan sekali jalan. :P
    Soalnya untuk penghidupan yang lebih baik itu, ada banyak ‘jalan’ yang bisa ditempuh.

    • January 27, 2009 at 11:05 am | #2

      Makasih mas Haris,
      Kadang hanya dengan melihat gambar saja kita bisa merasakan apa kira2 yang ada dibenak pengambil gambar tsb.
      Atau kadang kita sebagai penikmat dari gambar tsb mempunyai pandangan sesuai apa yang ada di benak kita.
      Kalau menurutku itu sebuah karya seni, walau hanya sebuah pemandangan pedesaan. Namun menurut saya mempunyai makna yang dalam…

  2. mw tw ajj
    May 7, 2009 at 4:13 pm | #3

    jiah,,,,,,,,,
    dalam hidup yang paling penting adalah seberapa bisa usaha yang kita berikan pada hidup ini

  3. mw tw ajj
    May 7, 2009 at 4:16 pm | #4

    satu lagi bagaimna cara kita menghadapi hidup ini dengan penuh kesabaran dan perjuangan yang kita lakukan.

    mungkin karena saya belum punya pengalaman,yang pasti kita jalani dengan senang hati tanpa ada beban di pikiran kita…

    • September 17, 2009 at 10:25 pm | #5

      “cara menghadapi hidup…”
      … ini pandangan / pendapat pribadi aja.

      Seperti saran yang pernah saya terima dari seorang rekan, bahwa hidup ini sebenarnya mudah.
      Mudah dalam arti kita tinggal menjalankan semua ajaran-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Pakemnya (aturannya) sudah ada, dengan kitab yg diajarkan sesuai kepercayaan kita.

      Selama kita berjalan sesuai aturan-Nya, hidup ini akan terasa lebih mudah. Sebaliknya, kalau kita melanggarnya maka akan ada saja kendala yang terus menunggu kita di depan.

      Dicontohkan kalau kita sedang berkendara mengikuti jalur yg benar, semuanya akan berjalan lancar. Sepanjang itu masih dalam satu jalur, atau bahkan kadang agak miring/minggir dikit, tidak akan terjadi tabrakan / benturan.
      Tetapi apabila kita berjalan keluar jalur, pasti akan terjadi tabrakan dan dampaknya bisa terhadap kita dan juga orang lain…

  4. ian
    September 17, 2009 at 3:26 pm | #6

    that’s good…
    kata-kata yang sangat indah, menggugah kita tidak lekas mennyerah menghadapi hidup ini…

    Desa adalah inspirasi kita untuk terus berjuang ke masa depan yang lebih cerah….

    • September 17, 2009 at 11:17 pm | #7

      mas Ian..
      Berasa lagi apabila menjelang lebaran seperti saat ini. Kita berasa pingin pulang cepet dan sampai di kampung halaman.

      Tidak peduli kita menggunakan kendaraan apa, tetepi tujuan bisa sampai di kampung halaman menjadi mengedepan…
      Kadang ingin sedekar merasakan nongkrong di warung kopi sambil bercanda dengan temen2 lama. Ngobrol kesana kemari tanpa ujung, dibumbui dg sedikit banyolan2 lama.

      Berasa sekali memang…

  5. tyas
    October 3, 2009 at 4:32 pm | #8

    w haruz comment pa yeaaaaaa

  1. No trackbacks yet.